TANJUNGPINANG TERKINI

Dinas Kesehatan dan MUI Sosialisasi Vaksin, Berikut Penjelasannya

Sosialisasi itu gencar dilakukan agar masyarakat Kepri bisa menerima vaksin MR tersebut. Sebab, dampak tidak diterimanya vaksin ini sungguh luar biasa

Dinas Kesehatan dan MUI Sosialisasi Vaksin, Berikut Penjelasannya
TRIBUNBATAM/THOM LIMAHEKIN
Kepala Dinkes Kepri Tjetjep Yudiana, duduk bersama Sekretaris MUI Kepri Edi Syafrani dan mantan kepala SLB Riasneli, Senin (27/8/2018) 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG-Dinkes Kepri terus menggandeng MUI Kepri untuk menggelar sosialisasi tentang vaksi Measles dan Rubella (MR).

Sosialisasi itu gencar dilakukan agar masyarakat Kepri bisa menerima vaksin MR tersebut. Sebab, dampak tidak diterimanya vaksin ini sungguh luar biasa dan bahkan sudah dialami oleh sejumlah warga Kepri.

"Virus campak dan rubella ini belum ada obatnya. Caranya melalui vaksinasi," ucap Tjetjep Yudiana, kepala Dinkes Kepri saat konferensi pers di Kantor Dinkes, Kompleks Kantor Gubernur Kepri Pulau Dompak Tanjungpinang, Senin (27/8/2018).

Menurut Tjetjep, virus campak dan rubella sudah sangat darurat. Kondisi darurat pertama adalah hingga saat ini, di Eropa ada 41.000 kasus campak. Kepri adalah provinsi ke tiga yang menjadi tempat persinggahan turis terbanyak luar negeri. Oleh karena itu, potensi warga Kepri terkena virus ini begitu besar.

"Kami juga mendata, selama 2016 - 2018 ada 170 kasus campak dan rubella. Ada 114 kasus dari jumlah itu adalah positif rubella," ungkap Tjetjep.

Kondisi darurat yang ke dua terlihat dari dampak yang ditimbulkan oleh kedua virus ini. Akibat dari campak, anak-anak misalnya bisa mengalami demam tinggi tinggi dan steps. Ciri-cirinya bisa terlihat dari bintil-bintil merah pada bagian tubuh yang terbuka.

Sedangkan virus rubella antara lain dapat mengakibatkan anak-anak menderita tuli, mata tidak bisa melihat, otak mengecil dan jantung bocor. Ciri-ciri ialah demam, ruam, radang paru-paru, batuk, mata merah pada suhu badan tertentu.

"Karena itu, vaksin campak dan rubella ini diberikan kepada anak-anak berusia dari 9 bulan sampai 15 tahun," ungkap Tjetjep.

Dia menjelaskan lagi, Dinkes Kepri menargetkan sekitar 95 persen warga Kepri menerima vaksin campak dan rubella. Kondisi di mana target itu tercapai diyakini bisa melindungi masyarakat dari penyebaran kedua virus ini. Jika baru 60 persen masyarakat menerima vaksin ini maka kondisi itu belum cukup melindungi masyarakat secara keseluruhan.

Baca: LINK LIVE STREAMING Sepakbola Asian Games 2018, Babak Perempat Final: UEA vs Korea Utara

Baca: Tidak Masuk Dalam DPT, KPU Jamin Warga Batam Tetap Bisa Memilih. Ini Syaratnya

Baca: LINK LIVE STREAMING Sepakbola Asian Games 2018, Babak Perempat Final: Suriah vs Vietnam

"Dampaknya adalah virus ini akan menyerang ibu hamil pada trimester pertama. Sebab, masih banyak orang yang mengidap virus itu. Proses penularan melalui pernapasan," ujar Tjetjep.

Halaman
12
Penulis: Thom Limahekin
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved