Habis 1,7 Miliar Bolivar saat Makan di Venezuela, Seorang WNI Terpaksa Bayar Lewat Transfer Bank

Seorang warga negara Indonesia di Venezuela bercerita saat dirinya harus membayar 1,7 miliar bolivar untuk santap siang di sebuah restoran.

Habis 1,7 Miliar Bolivar saat Makan di Venezuela, Seorang WNI Terpaksa Bayar Lewat Transfer Bank
Kompas.com
Ilustrasi makan siang di Venezuela yang sangat mahal 

“Rasanya sedikit lebih baik jika ditambahkan lemon dan cuka,” kata Luna.

Ibu tiga anak ini mengaku dirinya sempat khawatir dengan daging busuk yang dimakannya.

Hal itu terbukti dari anak bungsunya yang sempat mengalami diare.

Krisis Pangan yang Tak Berujung

Sebelum krisis air dan listrik, ternyata Venezuela sudah mengalami krisis pangan berkepanjangan.

Tepatnya tahun 2016, pemerintah tidak memiliki cukup uang untuk memasok bahan pangan.

Menurut analisis Panjivo, biro analisis perdagangan global yang mengolah data dari Perserikatan Bahan-Bahan (PBB), warga Venezuela tak bsia membeli roti dan daging lagi.

Mereka hanya bisa membeli sereal dan bahan-bahan pokok dasar lainnya.

Dilansir laman CNN Money, ekonomi Venezuela telah terjun bebas ke dalam resesi parah dan Negara itu cepat kehilangan uang miliknya.

Ditambah dengan masalah nilai mata uang bolivar yang menurun drastis dalam beberapa tahun belakangan ini membuat bahan pangan menjadi sangat mahal.

Semoga Venezuela dapat kembali berjaya. (*)

*Artikel ini juga tayang di Sajian Sedap.grid.id dengan judul : Cuma Menyantap Makan Siang yang Sederhana Ini, WNI di Venezuela Harus Bayar 1,7 Miliar Bolivar!

Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved