Ini 5 Fakta Penolakan Ahmad Dhani di Surabaya, Terjebak 2 Jam hingga Emak-emak Cakar Polwan

Penolakan tersebut disebabkan sikap politik Ahmad Dhani dalam Pilpres 2019, khususnya dalam gerakan #2019GantiPresiden.

Ini 5 Fakta Penolakan Ahmad Dhani di Surabaya, Terjebak 2 Jam hingga Emak-emak Cakar Polwan
Tribunnews.com
Ilustrasi/ Ahmad Dhani 

Polwan tersebut bernama Bripda Agis adalah anggota polisi yang bertugas di Polsek Bubutan Surabaya.

Wajahnya terkena goresan kuku seorang ibu yang menolak bubar saat berada di sekitar Monumen Tugu Pahlawan Surabaya.

Bripda Agis mengisahkan, saat itu dia meminta kelompok ibu-ibu peserta deklarasi Ganti Presiden 2019 yang duduk di pinggir Jalan Tembaan untuk membubarkan diri.

Namun ibu-ibu tersebut menolak.

"Saya lalu mencoba mengangkat tubuh salah satu ibu yang sedang duduk, tiba-tiba ibu tersebut mencakar wajah saya," kata Agis.

4. Terlibat keributan di halaman masjid, massa dibubarkan oleh pengurus masjid

Pengurus masjid mengusir massa kedua kubu di Surabaya
Pengurus masjid mengusir massa kedua kubu di Surabaya ((KOMPAS.com/Achmad Faizal))

Aksi dorong terjadi antara dua kubu di halaman Masjid Kemayoran, Jalan Indrapura, Surabaya, dibubarkan oleh pengurus masjid.

"Ayo semuanya keluar, Ini masjid, jangan buat kerusuhan di dalam masjid. Ini belum waktunya Salat Dhuhur," kata pengurus masjid.

Usut punya usut, ternyata massa pro #2019GantiPresiden awalnya menggelar aksi di Monumen Tugu Pahlawan.

Setelah dibubarkan polisi, massa bergerak ke arah Jalan Indrapura, tak jauh dari Kantor DPRD.

Halaman
1234
Editor: Danang Setiawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help