TANJUNGPINANG TERKINI

Kondisi Sudah Tak Memadai, Jalan Raja Haji Fisabilillah Harus Dilebarkan

"Karena jalan yang ada sudah tidak memadai dengan kondisi arus lalu lintas saat ini," katanya, Senin (27/8/2018)

Kondisi Sudah Tak Memadai, Jalan Raja Haji Fisabilillah Harus Dilebarkan
TRIBUN BATAM/AMINNUDIN
Suasana perbaikan jalan protokol lintas Trikora Jalan Wisata Bahari, Rabu (22/2/2017). 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG-Jalan Raja Haji Fisabilillah, Batu 8 Atas Kota Tanjungpinang harus dilebarkan. Pasalnya kondisi jalan yang ada saat ini sudah tidak memadai. Selain itu jumlah kendaraan terus bertambah. Demikian disampaikan Anggota DPRD Kota Tanjungpingng Maskur Tilawahyu.

Menurutnya, pelebaran jalan padat kendaraan tersebut sudah seharusnya dilakukan. Beberapa kali kecelakaan terjadi di jalan tersebut. Terakhir kecelakaan pada Minggu kemarin yang memakan korban jiwa.

"Karena jalan yang ada sudah tidak memadai dengan kondisi arus lalu lintas saat ini," katanya, Senin (27/8/2018).

Dia pun akan mendorong Pemko Tanjungpinang untuk berkoordinasi dengan pihak terkait mengenai pelebaran jalan tersebut. Karena bila tak dilebarkan jalan akan sesak dan rawan.

Sementara itu, M Yamin Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Tanjungpinang mengatakan jalan Raja Haji Fisabilillah Batu 8 atas tersebut merupakan jalan dengan status jalan Nasional.

"Untuk pelebaran, memang dari sisi lalu lintas sudah harus dilebarkan," katanya.

Baca: Hadirkan Seniman Asean, Dibudpar Batam Akan Gelar Kenduri Seni Melayu

Baca: Dinas Kesehatan dan MUI Sosialisasi Vaksin, Berikut Penjelasannya

Baca: Tidak Masuk Dalam DPT, KPU Jamin Warga Batam Tetap Bisa Memilih. Ini Syaratnya

Menurutnya, jalan nasional masalah tersebut ditangani oleh Satker P2JN Kementerian PU di Kepri. Termasuk untuk rambu-rambu rambu jalan juga menjadi kewenangan pemerintah pusat.

Dia juga menghimbau dengan kondisi jalan yang ada pengendara diminta tetap mematuhi aturan lalu lintas. Seperti menggunakan helm ganda dan sabuk pengaman untuk mobil.

"Yang tidak kalah pentingnya pengendara harus memiliki SIM, karena kelabilan pengendara yang yang belum cukup umur atau belum 17 tahun, membuat keputusan yang di ambil saat berkendara juga labil," katanya.

Terlebih kondisi jalan yang sempit, maka saat mendahului kendaraan lain yang ada harus dipikirkan matang-matang. Dengan mengutamakan keselamatan.

"Jadi biarlah kita tetap memakai kata bijak orang tua kita dulu 'biar lambat asal selamat. Biar tak jadi berangkat daripada tidak pernah sampai," katanya. (iwn)

Penulis: M Ikhwan
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help