TANJUNGPINANG TERKINI

Mau Dampak Virus Campak dan Rubella. Tjetjep : Lihatlah Anak-anak SLB

"Dampak dari virus campak dan rubella bisa dilihat pada anak-anak SLB," ungka Tjetjep

Mau Dampak Virus Campak dan Rubella. Tjetjep : Lihatlah Anak-anak SLB
TRIBUNBATAM/THOM LIMAHEKIN
Kepala Dinkes Kepri Tjetjep Yudiana, duduk bersama Sekretaris MUI Kepri Edi Syafrani dan mantan kepala SLB Riasneli, Senin (27/8/2018) 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG-Seperti apa dampak vaksin campak dan rubella bagi manusia?

Kepala Dinkes Kepri Tjetjep Yudiana mengatakan dampak kedua virus ini bisa terlihat pada anak-anak di SLB.

"Dampak dari virus campak dan rubella bisa dilihat pada anak-anak SLB," ungka Tjetjep kepada TRIBUNBATAM.id, Senin (27/8/2018).

Tjetjep menjelaskan, memang ada anak-anak yang lahir cacat akibat ibunya mengalami cedera saat mengandung. Namun, kebanyakan anak-anak itu lahir cacat karena sudah mengidap virus campak dan rubella saat dalam kandungan ibunya.

"Ada yang otaknya mengecil, sulit bicara, mata buta, tidak mendengar dan dua-duanya," sebut Tjetjep.

Mantan Kepala Sekolah SLB Tanjungpinang Hj Riasneli membenarkan hal tersebut. Selama 30 tahun mengabaikan, Riasneli memahami penderitaan anak-anak itu dan para orang tua mereka.

"Malah akibat tidak divaksin, anak-anak kita alami cacat. Bukan satu malah dua atau tiga cacatnya," ucap Riasneli.

Wanita itu mengaku betapa susahnya mendidik anak-anak tersebut. Para pengajar butuh waktu yang lama untuk bisa membuat mereka mengenal sesuatu, bahkan hanya menyebut nama barang tertentu saja.

Selain itu, kesusahan juga datang dari para orang tua. Banyak orang tua mengalami banyak kesulitan memiliki anaknya yang cacat ini.

Kesulitan itu bisa terkait waktu yang terbuang untuk menjaga dan mengantar anaknya atau mengeluarkan uang transportasinya. Belum lagi orang tua menjadi malu dan sering dikucilkan masyarakat.

Halaman
12
Penulis: Thom Limahekin
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help