TANJUNGPINANG TERKINI

Mau Dampak Virus Campak dan Rubella. Tjetjep : Lihatlah Anak-anak SLB

"Dampak dari virus campak dan rubella bisa dilihat pada anak-anak SLB," ungka Tjetjep

Mau Dampak Virus Campak dan Rubella. Tjetjep : Lihatlah Anak-anak SLB
TRIBUNBATAM/THOM LIMAHEKIN
Kepala Dinkes Kepri Tjetjep Yudiana, duduk bersama Sekretaris MUI Kepri Edi Syafrani dan mantan kepala SLB Riasneli, Senin (27/8/2018) 

"Anak-anak itu butuh pendampingan khusus. Minimal satu guru mendampingi lima anak," ujar Riasneli.

Baca: Pemberian Vaksin MR di Anambas Kembali Dilanjutkan. Persetujuan Orangtua Jadi Acuan

Baca: Dinas Kesehatan dan MUI Sosialisasi Vaksin, Berikut Penjelasannya

Baca: BP Batam Promosikan Penyimpanan Data Center Sampai ke Bali

Namun, pada kenyataannya, tenaga pengajar untuk anak-anak yang bersekolah di SLB ini sangat kurang. Di SLB Tanjungpinang misalnya, hanya ada 13 pengajar mendampingi 192 anak.

Di Kepri ada 11 SLB di seluruh kabupaten dan kota. Jumlah anak-anak SLB sebanyak 1222 orang.

"Karena itu, kami menganjurkan agar anak-anak itu divaksin. Karena kami sendiri sudah alami bagaimana dampak anak-anak yang tidak divaksin," ungkap Riasneli.

Sekretaris MUI Kepri Edi Syafrani menambahkan, MUI juga sudah mengizinkan pemberian vaksin campak dan rubella karena kondisi darurat. Kondisi itu terlihat dari banyak kasus akibat virus campak dan rubella serta belum ada vaksin yang mengandung zat halal.

Karena itu, MUI berpendapat, vaksin campak dan rubella mengandung zat yang tidak halal. Namun vaksin ini bisa diberikan selagi vaksin yang mengandung zat halal belum ada.

"Kalau ada vaksin yang mengandung zat hal sudah ada, kita bisa tinggalkan vaksin itu," ungkap Edi.

Menurut Edi, di dunia ada empat negara yang menolak vaksin campak dan rubella ini. Keempatnya adalah Maroko, Brunei Darusalam, Turki dan Indonesia. Namun, karena belum ada vaksi yang mengandung zat halal maka negara-negara itu pun akhirnya menerima vaksin buatan India tersebut. (tom)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved