BATAM TERKINI

Minta Dukungan Hentikan Aktivitas Tambang Pasir, BP Batam Akan Bangun Pos KKOP

"Untuk di bandara dan waduk Tembesi yang sudah kronis, kami sedang mengkaji untuk menyiapkan pos yang bertempat di situ," kata Kepala BP Batam

Minta Dukungan Hentikan Aktivitas Tambang Pasir, BP Batam Akan Bangun Pos KKOP
tribunbatam/istimewa
kerusakan lingkungan akibat aktivitas penggalian pasir ilegal di Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP) Bandara Hang Nadim, Batam, Selasa (14/8/2018). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM- Badan Pengusahaan (BP) Batam saat ini tengah mengkaji pembentukan pos-pos jaga di Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP) Bandara Hang Nadim dan waduk Tembesi.

Hal itu sebagai langkah pencegahan semakin meluasnya titik tambang pasir yang sudah ada, khususnya di dua tempat tersebut.

"Untuk di bandara dan waduk Tembesi yang sudah kronis, kami sedang mengkaji untuk menyiapkan pos yang bertempat di situ," kata Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo baru-baru ini.

Baca: Suarakan Ganti Presiden, Ini Alasan Ahmad Dhani Ogah Dukung Jokowi

Baca: Ustaz Cepot Meninggal Dunia. Ungkapan Duka Disampaikan Ustaz Solmed

Baca: Soal Kegagalan The Sacred Riana Lolos Semifinal Americas Got Talent, Ini Komentar Demian

Ia pun meminta dukungan kepada warga Batam, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan aparat penegak hukum, agar bersama-sama menghentikan aktivitas yang dapat merusak lingkungan tersebut.

"Karena kalau terjadi sesuatu terutama di kawasan bandara, yang dirugi adalah kita semua," ujarnya.

Dari BP Batam sendiri lewat Direktorat Pengamanan BP Batam, saat ini masih terus berupaya melakukan penertiban terhadap aktivitas penambangan pasir.

"Kami juga kirim surat ke aparat kepolisian untuk bisa melakukan penindakan secara hukum kepada yang diduga atau yang melanggar dan merusak lingkungan dan berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan," kata Lukita.

Termasuk juga, BP Batam sudah membahas terkait hal ini dengan penggiat LSM yang bergerak di bidang lingkungan hidup, untuk tindakan pencegahan dan penertiban.

"Kita siapkan satu sistem atau mereka bisa melapor ke Direktorat Pengamanan atau kepolisian kalau melihat aktivitas seperti ini," ujarnya. (wie)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help