BATAM TERKINI

Hari Ini Terakhir Batas Pengosongan, Pedagang Pasar Induk Belum Pindah ke Tempat Relokasi

Pihak terpadu memberikan waktu terakhir pengosongan Selasa (28/8/2018). Namun sejauh ini belum ada yang pindah

Hari Ini Terakhir Batas Pengosongan, Pedagang Pasar Induk Belum Pindah ke Tempat Relokasi
TRIBUNBATAM/ROMA ULY SIANTURI
Suasana tempat relokasi PKL Pasar Induk, belum terlihat aktivitas apapun. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM- Sejauh ini para Pedagang Kaki Lima (PKL) Pasar Induk belum juga pindah ke kios relokasi yang sudah disediakan oleh pemerintah. Padahal Selasa (28/8/2018) batas terakhir menempati kios tersebut.

"Pihak terpadu memberikan waktu terakhir pengosongan Selasa (28/8/2018). Namun sejauh ini belum ada yang pindah. Alasannya kenapa, karena mereka masih punya kios di lokasi tersebut," kata Pelaksana Pembangunan dan Pengelolaan Pasar PT. Usaha Jaya Karya Makmur, Joni Masrul.

Namun setiap kios sudah ada yang punya dan semua kebagian. Bahkan ada juga yang sudah direnovasi oleh pemiliknya. Tinggal menunggu PKL untuk pindah ke kios yang telah disediakan.

"Tetapi khusus buah kiosnya belum selesai, namun kita sudah sediakan kios sementara. Nantinya pedagang buah posisinya di depan," katanya.

Baca: Mau Nelpon dan Kirim SMS Aja Susah. Beginilah Layanan Telekomunikasi di Anambas

Baca: Beri Pengamanan Pengguna Jalan, Dinas Perkimtan Tanam Bambu Pagar dan Ketapang di Nagoya

Baca: Pembatas Jembatan Dompak Dicoret-coret, Ini Kata Warga Tanjungpinang

Pantauan Tribun, kios tersebut sudah diberikan nama masing-masing PKL. Masih banyak yang kosong walaupun ada juga yang sudah memasang rolling door.

Joni mengaku mengalami kesulitan untuk membangun pasar ini. Karena masih ada sejumlah pedagang yang beraktivitas di depan.

"Harus disterilkan dulu kalau tidak jadi kita susah buat gapura. Memang harus kita renovasi baru kelihatan indah dan berestetika," katanya.

Sementara itu perihal data PKL, pihaknya mendapatkan data dari Dinas Disperindag Kota Batam. Terdapat 68 PKL yang masih aktif berdagang.

"Kita mampu menampung hingga 270 pedagang tetapi untuk pemerintah kita menampung 100 saja. Ada pihak perusahaan juga yang berjualan," tuturnya.

Perihal teknis pemindahan, PKL akan dikenakan biaya administrasi sebesar Rp 1 juta dengan persyaratan kios tidak boleh disewakan. Kalau kedapatan, hak sewanya akan di gugurkan.

Setelah membayar administrasi, pihaknya akan menggratiskan 3 bulan pertama biaya sewa, tetapi listrik ditanggung pedagang sendiri. Setelah 3 bulan, biaya sewa dikenakan Rp 1 juta setiap bulannya.

"Untuk mempermudah PKL pembayarannya juga dilakukan setiap bulan sembari menuggu pasar Induk. Nantinya juga ada kerjasama. Kalau ada pedagang yang ingin pindah setelah 3 bulan maka hak sewa diputus," tegasnya.

Joni menambahkan ukuran kios sebesar 3 x 4 meter dilengkapi dengan toilet dan musala. Nantinya juga akan dijaga oleh sekuriti 24 jam dan dilengkapi dengan CCTV. (rus)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help