INACA Sepakat Tarif Batas Bawah Pesawat Naik Jadi 35 Persen, Ini Alasannya

Nantinya, jika rencana kenaikan tarif 35 persen sudah diterapkan tetapi ada kenaikan harga bahan bakar

INACA Sepakat Tarif Batas Bawah Pesawat Naik Jadi 35 Persen, Ini Alasannya
KOMPAS.COM
Ilustrasi 

TRIBUNBATAM.ID, JAKARTA-Pelaku industri penerbangan yang tergabung dalam Indonesia National Air Carriers Association (INACA),

sepakat dengan rencana Kementerian Perhubungan yang akan menaikkan tarif batas bawah untuk pesawat sebesar 5 persen menjadi 35 persen.

Sebelumnya, tarif batas bawah untuk pesawat adalah sebesar 30 persen.

Baca: Bahan Mudah Dicari, Beginilah Cara Bikin 3 Ramuan Alami Penghilang Sakit Asam Urat

Baca: Ingin Mantan Pacar Cemburu dan CLBK, Pernikahan Cucu Konglomerat Rusia Habiskan Rp 40 Triliun

Baca: Perahu Hampir Karam, Beginilah Kesaksian Pria Selama 76 Hari Terkatung-katung di Lautan Sendirian

Baca: Kisah-kisah Tak Terungkap! Inilah 7 Cerita Paspampres Kawal Presiden RI, dari Soekarno hingga Jokowi

Ketua Umum INACA Pahala Mansury, mengatakan tidak masalah jika kenaikan hanya menjadi 35 persen yang terpenting ada kenaikan harga.

"Sebetulnya kita juga sudah mendengar bahwa ada wacana yang 35 persen dan kita sampaikan yang penting ada kenaikan tarif batas bawah (TBB) dulu," ungkap Pahala, Selasa (28/8/2018).

Dengan adanya rencana kenaikan tarif yang masih disosialisasikan di Kemenkomaritim, diharapkan dapat mendukung operasi aviasi nasional terlebih adanya kenaikan harga minyak dunia dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Tampak bangunan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta yang akan digunakan untuk penerbangan internasional, Selasa (28/3/2017). Pihak Kementerian Perhubungan menargetkan 1 Mei 2017 bangunan ini akan diisi oleh penerbangan internasional dari maskapai Garuda Indonesia.
Tampak bangunan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta yang akan digunakan untuk penerbangan internasional, Selasa (28/3/2017). Pihak Kementerian Perhubungan menargetkan 1 Mei 2017 bangunan ini akan diisi oleh penerbangan internasional dari maskapai Garuda Indonesia. (KOMPAS.COM)

"Ya berarti kalau kita lihat sebetulnya biaya-biaya (produksi) itu kan naiknya sudah cukup signifikan (karena ada kenaikan dolar AS), tapi paling enggak akan ada perbaikan," tutur Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) itu.

Nantinya, jika rencana kenaikan tarif 35 persen sudah diterapkan tetapi ada kenaikan harga bahan bakar atau hal lainya yang memengaruhi operasi penerbangan, INACA akan mendiskusikan untuk meminta kenaikan kembali menjadi 40 persen.

"Kita nanti lihat lagi mungkin bagaimana perkembangan harga fuel, harga BBM dan sebagainya. Iya sementara segini dulu," ujar Pahala.

Sebelumnya, kenaikan tarif bawah dilakukan setelah Kementerian Perhubungan melakukan evaluasi atas permintaan maskapai penerbangan, salah satunya Garuda Indonesia.

"Dinaikkan tarif bawahnya, naik (menjadi) 35 persen," ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Jakarta, Selasa (28/8/2018). (*)

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help