BATAM TERKINI

Sidang Praperadilan Dorkas Lominori di PN Batam Nyaris Ricuh, Ini Penyebabnya

"Wah itu apa-apaan? Siapa itu. Panggil-panggil dia (Paul)," cetus Renni Pitua Ambarita dari meja hakim.

Sidang Praperadilan Dorkas Lominori di PN Batam Nyaris Ricuh, Ini Penyebabnya
TRIBUNBATAM/LEO HALAWA
Paul pengunjung sidang yang sempat berteriak dalam sidang praperadilan dengan Termohon Dorkas, di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Selasa (28/8/2018) 

 TRIBUNBATAM.ID, BATAM - Sidang pertama pra peradilan Dorkas Lominori yang digelar di ruang persidangan Soebekti Pengadilan Negeri Batam Selasa (28/8/2018) sekitar pukul 10.00 WIB nyaris ricuh.

Hal itu terjadi, lantaran seorang pria yang belakangan dikenal dengan nama Paul, berteriak cukup keras dari barisan pengujung di tengah jalannya sidang yang dipimpin hakim tunggal Renni Pitua Ambarita.

Sontak, kejadian itu membuat Renni Pitua Ambarita berang. Karena menilai, perlakuan Paul tidak menghargai sidang.

"Wah itu apa-apaan? Siapa itu. Panggil-panggil dia (Paul)," cetus Renni Pitua Ambarita dari meja hakim.

Suasana sidang Praperadilan yang dimohonkan Termohon Dorkas, Salasa (28/8/2018)
Suasana sidang Praperadilan yang dimohonkan Termohon Dorkas, Salasa (28/8/2018) (TRIBUNBATAM/LEO HALAWA)

Paul pun terlihat berusaha keluar menghindari panggilan hakim. Kemudian, atas perintah hakim tersebut, AKBP Jamaluddin dari Bidkum Polda Kepri menjemput Paul dan membawanya di hadapan hakim.

"Kenapa saudara berteriak-terik di sidang? Ini kan jadi terganggu," tanya hakim Reni.

"Iya bu, bu Dorkas ini tolong dibebeskan. Maaf, maaf siap bunda," kata Paul yang terdengar tak beraturan menjawab hakim.

Baca: Minim perhatian Pemerintah, Film Produksi Anambas Coba Tembus Layar Lebar

Baca: Pegadaian Harus Transformasi ke Perusahaan Modern, Ini Harapan Sunarso

Baca: Puting Beliung Hantam Rumah Warga di Karimun, Terjadi di Dua Wilayah Ini

Hakim Reni menyesalkan sangat tindakan seperti itu. Bahkan atas kejadian itu, Reni menyuruh seluruh pengunjung sidang untuk menghormati jalannya persidangan.

Termasuk Reni menegur tiga orang pengunjung sidang, satu yang pakai kaca mata gelap, dan dua pria pakai topi.

''Kalau bukan kita yang menghargai sidang siapa lagi? Saudara Paul tenang, kan sudah ada kuasa hukumnya," katanya.

Meski sempat nyaris ricuh, namun sidang praperadilan pemohon (tersangka Dorkas) dan termohon Polri dalam hal ini Polresta Barelang berjalan hingga usai.

Dorkasi diwakili oleh kuasanya Zevrijn Boy Kanu. Sedangkan Polresta Barelang diwalili oleh Kombes Pol Toto Wibowo dari Bidkum Polda Kepri.

Kepada wartawan, Zevrijn Boy Kanu memohonkan praperadilan kliennya, karena menilai polisi menyalahgunakan wewenang saat melakukan penangkapan Dorkas Lominori.

"Belum pernah di BAP (berita acara pemeriksaan,red). Lalu ditangkap begitu saja. Bahkan, sampai saat ini, penyidik belum bisa membuktikan wilayah pidana penipuan yang disangkakan. Ini kan jelas abuse of power," jelasnya.

Sidang digelar selama tujuh hari kerja. Mulai sejak Selasa (28/8) sampai Selasa (4/9/2018).(leo)

Penulis: Leo Halawa
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved