OTT KPK

Wahyu Prasetyo Ditangkap KPK, Ini 4 Fakta Selama Jadi Ketua PN Tanjungpinang

"Bagaimanapun beliau pernah satu rekan kerja dan beberapa kali juga menjadi ketua dalam persidangan," tuturnya

Wahyu Prasetyo Ditangkap KPK, Ini 4 Fakta Selama Jadi Ketua PN Tanjungpinang
Tribun Batam/ Zabur
Wahyu Prasetyo Wibowo SH.MH saat diambil sumpah dan pelantikan menjabat Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN) Batam, menggantikan Hary Muryanto yang dimutasi menjadai Ketua PN Serang, Jumat (28/8). 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG-Komisi Pemberatan Korupsi (KPK) menangkap mantan Ketua PN Tanjungpinang Wahyu Prasetyo. Beberapa fakta sepak terjang Wahyu Prasetyo selama bekerja di PN Tanjungpinang.

Pertama, para mantan rekan kerja di PN Tanjungpinang baik itu Hakim, Panitera dan Pegawai mengaku kaget.

Santonius Tambunan hakim yang juga Humas PN Tanjungpinang mengaku kaget mendengar kabar tersebut. Karena Wahyu dikenal sosok profesional dan tidak pernah ada catatan negatif selama menjabat di PN Tanjungpinang.

"Beliau menjabat selama 10 bulan di PN Tanjungpinang. Beliau selama memimpin dengan baik tegas, dari awal hingga dipromosikan di PN Medan menjadi wakil PN tidak ada catatkan tidak baik," kata Santonius diminta tanggapannya di Tempat kerjanya, Selasa (28/8/2018).

Ia mengaku tidak sedikit yang sempat shok dan terkejut mendengar kabar tersebut. Wahyu dikenal baik dengan anggotanya selama memimpin 10 bulan sejak 2016-2017.

"Bagaimanapun beliau pernah satu rekan kerja dan beberapa kali juga menjadi ketua dalam persidangan," tuturnya.

Baca: Amankan 8 Orang di Pengadilan Negeri Medan, Inilah 8 Orang yang Ditangkap KPK

Baca: OTT di Medan, KPK Amankan 8 Orang, Ada Hakim & Panitera. Basaria: Kami Amankan Uang Dolar Singapura

Baca: Hakim Pengadilan Negeri Medan Kena OTT KPK?

Kedua, Wahyu berperan aktif dalam meningkatkan status akreditasi PN Tanjungpinang pada tahun 2017. Ia mengatakan bahwa pembenahan dalam rangka mendapatkan pengakuan akreditasi PN Tanjungpinang dicapai berkat Wahyu Prasetyo.

"Kita tidak munafik dalam rangka akreditasi dan telah dicapai dengan mendapatkan peringkat A exelen berkat campur tangan beliau. Dan diteruskan oleh pimpinan yang sekarang Karena ada pergantian waktu itu," katanya lagi.

Menurutnya, akreditasi A exelen merupakan program Mahkamah Agung dalam meningkatkan pelayanan bagi para pencari keadilan di PN Tanjungpinang. "Untuk pelayanan kita lebih baik dan mendapatkan predikat tersebut," tambahnya.

Fakta ke tiga, Wahyu sempat memberikan putusan terhadap dua pelaku narkoba 80 kilogram dengan kurungan hanya seumur hidup. Meski sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tanjungpinang menuntut agar dua terdakwa Idrizal dan Edo divonis mati.

"Untuk perkara itu sudah tahapan kasasi dan sudah inkrah hukuman mati. Terjadi perbedaan vonis dengan putusan PN. Memang saat itu ketuanya pak Wahyu, terhadap perkara itu jika ada pertanyaan temuan kasus atau seperti apa jelas tidak ada imbas keterkaitan dengan yang sekarang terjadi," katanya lagi.

Saat itu, Wahyu bersama hakim anggota Santonius Tambunan dan Acep Sopian Sauri yang menyidangkan kasus tersebut.

Keempat faktanya adalah Wahyu memiliki karier yang cemerlang. Sebelum Wahyu bertugas di PN Tanjungpinang, ia sempat menjadi wakil ketua PN Batam dan juga asisten Hakim di Mahkamah Agung. Dan saat ini sudah keluar SK baru menjadi ketua PN Serang.

"Iya saat ini SK sudah keluar untuk menjadi ketua PN Serang," tutupnya.(wfa)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help