10 Fakta Keindahan Pegunungan Arfak Papua Barat

Wisata ke Papua Barat, ada beragam obyek wisata yang bisa dikunjungi seperti di Kabupaten Pegunungan Arfak

10 Fakta Keindahan Pegunungan Arfak Papua Barat
(KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO)
Lanskap Pegunungan Arfak dilihat dari udara wilayah Distrik Anggi, Kabupaten Arfak, Papua Barat. Pegunungan Arfak merupakan daerah pegunungan yang menyimpan potensi pariwisata. 

TRIBUNBATAM.id - Wisata ke Papua Barat, ada beragam obyek wisata yang bisa dikunjungi seperti di Kabupaten Pegunungan Arfak.

Di Pegunungan Arfak, ada obyek-obyek wisata mulai dari danau-danau, spot pengamatan burung, hingga wisata budaya.

Kabupaten Pegunungan Arfak sendiri belum banyak dikunjungi wisatawan. Alam yang masih asri, adat dan budaya yang masih kental menjadi daya tarik tersendiri untuk wisatawan.

Nah, sebelum pergi ke Pegunungan Arfak, ada beberapa hal yang mesti diketahui wisatawan. Berikut beberapa fakta yang dihimpun KompasTravel dari Kepala Seksi Survelaince dan Imunisasi Dinas Kesehatan Papua Barat, Welly Wamaer dan pengalaman langsung saat kegiatan Ekspedisi Bumi Cenderawasih Mapala UI.

1. Bebas malaria

Anak-anak SD di Distrik Anggi, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat mengikuti lomba 17 Agustus di Lapangan Anggi setelah upacara pengibaran bendera merah putih, Jumat (17/8/2018) siang. Lomba 17 Agustus di Lapangan Anggi merupakan bagian dari kegiatan Bhakti Papua Ekspedisi Bumi Cenderawasih Mapala UI.(KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJO)

Menurut Welly, Kabupaten Pegunungan Arfak bebas dari penyakit endemik malaria.

Hal itu disebabkan karena suhu di daerah Pegunungan Arfak yang dingin sehingga tak ada nyamuk malaria. Fakta tersebut, lanjutnya, didukung oleh penelitian dari Pusat Penelitian Kesehatan Kementerian Kesehatan tahun 2015 dan terus diupdate hingga tahun 2018.

2. Fasilitas kesehatan terbatas

Rumah warga Distrik Anggi Gida, Pegunungan Arfak, Papua Barat.(Dok. MAPALA UI)

Welly mengatakan fasilitas kesehatan di Kabupaten Pegunungan Arfak masih terbatas.

Fasilitas rumah sakit misalnya tak tersedia di Pegunungan Arfak. Petugas kesehatan seperti dokter dan perawat juga terbatas.

3. Bersuhu dingin

Turis menikmati pemandangan Danau Anggi Giji dari Bukit Kobrey, Distrik Sururey, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, Kamis (17/8/2018). Danau Anggi Giji merupakan obyek wisata yang bisa dikunjungi oleh wisatawan di Pegunungan Arfak.(KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO)

Kabupaten Pegunungan Arfak berada di dataran tinggi sehingga punya suhu yang dingin.

Dataran tertinggi di Pegunungan Arfak yaitu sekitar 2.900 meter di atas permukaan laut.

Di Distrik Anggi misalnya, bila pagi hari bisa mencapai lima derajat celcius. Terkadang kabut juga turun di area Pegunungan Arfak.

4. Akses komunikasi yang buruk

Bendera Merah Putih berkibar di Lapangan Distrik Anggi, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, Jumat (17/8/2018). Lapangan Distrik Anggi berada di ketinggian sekitar 1.750 meter di atas permukaan laut (mdpl).(KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJO)

Di Pegunungan Arfak, sinyal internet adalah hal yang langka. Sinyal internet hanya terpancar dari Kantor Dinas Keuangan dan Kantor Bupati tetapi hanya bisa diakses secara terbatas karena diproteksi password.

Provider telekomunikasi di Pegunungan Arfak yang bisa diakses dengan terbatas yaitu Telkomsel.

Di Distrik Anggi Gida, sinyal Telkomsel tak bisa diakses secara menyeluruh.

5. Banyak pendatang

Risma bersama anaknya saat ditemui di warungnya di Distrik Anggi, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat. Risma adalah salah satu pendatang di Kabupaten Pegunungan Arfak yang berasal dari Sulawesi Selatan.(KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO)

Di Pegunungan Arfak, ada banyak pendatang yang bermukim seperti dari Toraja, Sulawesi Selatan; Sragen, Jawa Tengah; Makassar, Sulawesi Selatan; Bone, Sulawesi Selatan; Manokwari, Papua Barat, dan lain-lain.

Para pendatang ada yang bekerja sebagai perawat, berjualan warung nasi, tentara, polisi, dan pekerjaan-pekerjaan lain.

Para pendatang hidup berbaur dengan masyarakat asli Pegunungan Arfak.

6. Punya dua danau

Pemandangan Danau Anggi Gida dilihat dari sekitar Puncak Bukit Kobrey, Distrik Sururey, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, Senin (20/8/2018). Danau Anggi Gida berlokasi di Distrik Anggi Gida.(KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO)

Pegunungan Arfak punya dua danau yaitu Danau Anggi Giji dan Danau Anggi Gida.

Dua danau tersebut merupakan obyek wisata di Pegunungan Arfak. Danau Anggi Giji terletak di Distrik Anggi dan biasa dikenal dengan sebutan danau laki-laki.

Sementara, Danau Anggi Gida terletak di Distrik Anggi Gida dan biasa disebut danau perempuan.

Letak dua danau tersebut bersebelahan dan hanya dipisahkan oleh perbukitan.

Dua danau tersebut punya panorama yang indah.

7. Obyek wisata yang beragam

Suku Arfak berada di rumah tradisional, Rumah Kaki Seribu di Distrik Menyambouw, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, Kamis (16/8). Sebelumnya, Suku Arfak melakukan Tarian Tumbuk Tanah menyambut kedatangan tim Ekspedisi Bumi Cenderawasih Mapala UI. (KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJO)

Pegunungan Arfak punya obyek wisata yang beragam mulai dari wisata alam hingga budaya yang menarik untuk dikunjungi. Ada pengamatan kupu-kupu dan burung berada di Distrik Mokwam, Danau Anggi Giji, Anggi Gida, dan beragam obyek wisata lainya.

Ada juga obyek wisata Pasir Putih di Danau Anggi Gida. Pegunungan Arfak juga punya potensi wisata parayalang.

8. Potensi holtikultura

Masyarakat Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat berjualan hasil bumi di Pasar Distrik Anggi, Jumat (17/8). Beberapa hasil bumi yang banyak dihasilkan sepert bawang merah, bawang putih, kol, daun bawang, seledri, dan lain-lain.(KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO)

Di Pegunungan Arfak punya aneka sayuran dan buah yang bisa dikembangkan.

Di Pegunungan Arfak, buah-buahan seperti nanas, stroberi, markisa, alpukat bisa tumbuh bahkan secara liar.

Untuk sayuran, ada beragam yang tumbuh. Ada sayuran seperti kentang, selada, daun bawang, kol, wortel, labu siam, buncis, bayam, sawi, dan lain-lain.

9. Jalan yang rusak

Perjalanan menuju Kabuten Pegunungan Arfak, Papua Barat. Jalan rusak dari Manokwari ke Pegunungan Arfak merupakan salah satu tantangan pengembangan pariwisata.(KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO)

Jalan di Kabupaten Pegunungan Arfak masih rusak. Banyak tanjakan yang berlubang dan belum tersedia banyak jembatan. Bila hujan, jalan yang bisa licin.

Tebing-tebing di kiri dan kanan beberapa bagian jalan juga rawan longsor.

10. Hanya bisa diakses dengan kendaraan tertentu

Transportasi menuju Pegunungan Arfak terbatas. Beberapa kendaraan yang bisa melintasi jalur Pegunungan Arfak biasanya didominasi oleh mobil dengan penggerak empat roda.(RAHMI HIDAYATI / MAPALA UI)

Transportasi menuju Pegunungan Arfak terbatas. Beberapa kendaraan yang bisa melintasi jalur Pegunungan Arfak biasanya didominasi oleh mobil dengan penggerak empat roda.

Kendaraan-kendaraan lain seperti motor tertentu juga bisa menembus jalur Pegunungan Arfak. Namun, dengan syarat harus sudah dimodifikasi dengan ban berjenis trail.(*)

Editor: Agus Tri Harsanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved