7 Destinasi Wisata Populer Dunia Ini Malah Jadi Jebakan Bagi Para Turis

Buat para traveler, pasti sudah familiar dengan tempat-tempat wisata yang mahal, diiklankan secara heboh, dan ramainya sungguh luar biasa

7 Destinasi Wisata Populer Dunia Ini Malah Jadi Jebakan Bagi Para Turis
DANIEL BEREHULAK/GETTY
Sejumlah wisatawan di depan bangunan Taj Mahal. 

TRIBUNBATAM.id - Buat para traveler, pasti sudah familiar dengan tempat-tempat wisata yang mahal, diiklankan secara heboh, dan ramainya sungguh luar biasa.

Tempat-tempat wisata semacam ini bisa disebut jebakan turis alias tourist trap.

Saat mendatangi tempat-tempat wisata berjuluk tourist trap ini, kebanyakan traveler akan lebih banyak kecewanya dibandingkan merasa senang.

Hal ini bukan berarti tempat-tempat wisata tersebut layak dihindari, melainkan traveler harus melakukan persiapan yang lebih matang, berhati-hati, serta memilih waktu berkunjung yang tepat sebelum mengunjunginya.

Kali ini, TribunTravel.com merangkum lima destinasi wisata yang terkenal sebagai jebakan turis dari laman List25.com.

1. Taj Mahal, India


Taj Mahal (wikimedia.org)

India memang negara yang jumlah penduduknya sangat banyak, di mana-mana rasanya sesak oleh kerumunan orang.

Termasuk Taj Mahal.

Meski dalam foto, Taj Mahal terlihat tenang, kenyataannya tempat ini menerima banyak turis setiap harinya.

Namun, jika kamu adalah tipe traveler petualang, tak ada salahnya menyeberangi Sungai Yamuna untuk memotret Taj Mahal.

Memang sih aroma yang menguar dari sungai tidak sedap, tetapi ada suasana yang lebih tenang yang bisa kamu dapatkan untuk memotret.

2. Sydney Fish Market, Australia

 

(journeyoftastes.com)

Meski menjadi destinasi wisata, sebenarnya tidak ada banyak hal untuk dilihat atau dilakukan di sini kecuali membeli ikan yang harganya terbilang mahal.

Pemandangan pelabuhannya juga tidak terlalu bagus karena terhalang oleh beberapa pabrik semen besar.

3. Forbidden City, Beijing, China


Forbidden City (wikimedia.org)

Meskipun sudah ditutup berabad-abad bagi orang luar, Istana Kaisar China ini memiliki lebih dari seribu bangunan dan telah dianggap sebagai destinasi wisata paling populer di dunia.

Bahkan, Starbucks membuka kedainya di dalam kawasan Forbidden City.

Untuk menghindari antrian panjang, usahakan kamu tiba 30 menit sebelum jam buka dan mengunjungi situs-situs terbesarnya terlebih dahulu.

4. Benoa, Bali, Indonesia


(planetcruise.com)

Pada brosur-brosurnya disebutkan, Benoa adalah satu lokasi snorkeling utama di Bali.

Namun, jangan terkecoh dengan brosur maupun iklan.

Sebenarnya perairan di Benoa lebih keruh dan tidak memiliki banyak ikan ketimbang yang digambarkan di iklan.

Terlebih lagi, kamu bakal jauh lebih sibuk menghindari padatnya turis yang berkerumun di sana.

5. Venesia, Italia


Venesia (eurail.com)

Kebanyakan orang pasti membayangkan betapa romantisnya menaiki gondola di sepanjang kanal-kanal di Venesia, Italia.

Namun, perlu diingat tarif menaiki gondola ini bisa mencekik dompet dan perlu persiapan uang yang tak sedikit untuk menikmatinya.

Untuk menaiki gondola selama 40 menit, tarif yang dipasang bisa mencapai 110 dolar AS atau sekitar Rp 1,6 juta.

Meski begitu, gondola merupakan cara terbaik untuk menikmati pemandangan kota.

6. Blarney Stone, Irlandia


(blarneycastle.ie)

Menurut tradisi Irlandia, mencium Blarney Stone akan membawa berkat keberuntungan bagi siapa pun yang melakukannya.

Namun, sebelum melakukannya pertimbangkan panjangnya antrian untuk mencium Blarney Stone terlebih dahulu.

Belum lagi, ada bekas-bekas air ludah dari jutaan orang yang menempel di permukaannya.

7. Tower of London, Inggris


(goldentours.com)

Menara yang sudah berusia lebih dari 1.000 tahun ini awalnya dibangun untuk menjaga orang-orang di dalamnya.

The Crown Jewels yang terkenal adalah sorotan dari destinasi wisata ini.

Namun perlu diingat, kamu mungkin bakal menghabiskan sebagian besar waktu untuk mengantre agar bisa masuk hingga nyaris tidak terlihat.

Sehingga, pilihan yang lebih baik adalah untuk memesan tiket sekitar 2 bulan di muka dan mencoba untuk menyaksikan Ceremony of the Keys.(*)

Editor: Agus Tri Harsanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help