Berkedok Kewarganegaraan Ganda, Iran Mengklaim Tangkap Puluhan Mata-mata. Begini Caranya

Menteri Intelijen Mahmoud Alavi menyatakan, para agen rahasia itu berusaha mencuri informasi soal Iran dengan menyamar sebagai pengusaha

Berkedok Kewarganegaraan Ganda, Iran Mengklaim Tangkap Puluhan Mata-mata. Begini Caranya
via intisarionline/Moh Habib Asyhad
Ilustrasi dari Nadezha Plevistkaya hingga Anna Kamayeva-Filonenko, Inilah Mata-mata Mata-mata Perempuan Rusia Masa Perang 

TRIBUNBATAM.ID, TEHERAN- Pemerintah Iran menyatakan mereka telah menangkap puluhan mata-mata sebagai bagian mencegah adanya spionase dan dwi kewarganegaraan.

Menteri Intelijen Mahmoud Alavi menyatakan, para agen rahasia itu berusaha mencuri informasi soal Iran salah satunya dengan menyamar sebagai pengusaha. "Mereka memata-matai dan berusaha menginfiltrasi.

Untungnya, departemen anti-spionase adalah yang terkuat di kementerian ini," kata Alavi dilansir AFP Rabu (29/8/2018).

Baca: Inilah Kisah Mata Hari, Mata-mata Cantik Keturunan Jawa yang Mengguncang Eropa!

Baca: Bahan Mudah Dicari, Beginilah Cara Bikin 3 Ramuan Alami Penghilang Sakit Asam Urat

Baca: Batal Invasi Eropa, Akhirnya Terungkap Alasan Pasukan Mongol Pilih Mundur

Baca: Beginilah Cara Mudah dan Simpel Berkebun Ubi Jalar Rumahan

Dia menjelaskan, badan anti-spionase berhasil mengenali siapa saja agen rahasia itu, dan membekuknya di berbagai lembaga pemerintah.

Menteri yang menjabat sejak 2013 itu melanjutkan, dia juga mendengar adanya upaya membasmi warga berpaspor ganda untuk bekerja di sektor resmi.

"Jika Anda mengetahui siapa saja mereka, silakan memberi tahu kami," tutur menteri berusia 64 tahun tersebut.

Alavi tidak memberikan rincian berapa jumlah pasti terduga mata-mata itu ditangkap, serta kapan operasi penangkapan dilakukan.

Februari lalu, otoritas berwajib menangkap tiga aktivis lingkungan di provinsi Hormozgan, dan menuduh mereka bersekongkol dengan dinas rahasia Israel, Mossad.

Dikutip Russian Today, komentar Alavi terjadi setelah Amerika Serikat (AS) memberikan sanksi kepada Iran.

Presiden Donald Trump dilaporkan berencana menjatuhkan sanksi tambahan di November, dan mengancam siapapun yang berhubungan dengan Iran tak bisa berbisnis dengan AS.

Teheran membalasnya dengan mengumumkan senjata buatan dalam negeri seperti jet tempur Kowsar, dan rudal balistik.

Lebih lanjut, Alavi juga mengomentari keberhasilan intelijen dalam mengungkap rencana penyerangan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS).

"Sebanyak 230 sel teroris diamannkan sepanjang 2018 ini," tutur dia yang menambahkan, jajarannya mampu mengungkap rencana pengeboman di universitas dan stasiun. (*)

Berita ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Iran Klaim Tangkap Puluhan Mata-mata

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved