Indonesia Rawan Terpecah-belah, Gatot Nurmantyo: Peristiwa Syria Bisa Terjadi

Gatot Nurmantyo khawatir atas kondisi masyarakat Indonesia yang menurutnya mulai terkotak-kotak

Indonesia Rawan Terpecah-belah, Gatot Nurmantyo: Peristiwa Syria Bisa Terjadi
KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN MOZES
Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo saat berkunjung ke kantor Redaksi Kompas.com, Menara Kompas, Jakarta, Senin (23/4/2018). 

Namun dalam video tersebut, Gatot melampirkan data-data atas pernyataannya.

Berikut ini transkrip video dari unggahan Gatot.

"Saya menyimak sekarang ini, rakyat ini terbelah sejak 20 Mei 2014, pas Hari Kebangkitan Nasional itu, hari terakhr pendaftaran (Pilpres 2014).

Begitu didaftarkan dua, (rakyat) mulai terbelah, berjalan sampai sekarang pun sama juga terbelah.

Dan yang lebih mengkhawatirkan lagi, kita sama-sama bangga pembukaan Asian Games meriah dan luar biasa.

Kemudian target nasional itu hanya 16 medali emas, saat ini kita sudah 24 medali emas.

Ini suatu hal yang luar biasa, dan kita seakan-akan menunjukkan persatuan.

Tetapi Kompas mengadakan survei 23-24 Agustus, hasilnya sangat mengejutkan dan menakutkan juga.

Bahwa 57,6 persen dari hasil survei, rakyat mengatakan bahwa kita sekarang sedang terkotak-kotak.

Ini adalah lampu kuning, kemudian kalau kita melihat perjalanan sampai terakhir, ada menggunakan rakyat mengadu dengan rakyat.

Kemudian kita punya pengalaman, agama yang besar dan agama yang kecil bentrokan itu hanya sebentar saja, karena yang mayoritas dengan ketuhanan pasti melindungi yang kecil.

Tapi di dalam Islam di Indonesia ini sudah mulai ada sedikit perpecahan dan mulai meruncing.

Peristiwa Syria itu bisa terjadi di sini, ini yang menjadi konsentrasi saya sekarang ini."

Simak video selengkapnya di bawah ini.

Editor: Agus Tri Harsanto
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved