BREAKING NEWS. Pria Ini Ketahuan Melempar Paket Sabu ke Dalam Lapas II Batam. Ngaku Diupah Rp 2 Juta

Seorang pria berinisial RH (29) diamankan petugas karena diketahui melempar paket sabu ke dalam lapas Kelas IlA Batam

BREAKING NEWS. Pria Ini Ketahuan Melempar Paket Sabu ke Dalam Lapas II Batam. Ngaku Diupah Rp 2 Juta
TRIBUNBATAM/ALFANDI SIMAMORA
RH Diinterogasi petugas Lapas usai ketahuan melempar paket sabu ke Lapas IIA Barelang Batam, Kamis (30/8/2018) 

TRIBUNBATAM.id,BATAM - Seorang pria berinisial RH (29) diamankan petugas karena diketahui melempar paket sabu ke dalam lapas Kelas IlA Batam, Kamis (30/8/2018).

Dari keterangan Petugas Lapas, Septian dan Iqbal yang berhasil menyergap pelaku, pria ini awalnya datang berboncengan dengan seorang temannya dengan sepeda motor.

Satu dari mereka kemudian menuju samping gedung.

Baca: Inilah Alasan Pertamax Turbo Mulai Dipasarkan di Kalimantan, Begini Penjelasan Pertamina

Baca: Meninggal Muda, Camelia Malik Ungkap Penyakit yang Diderita Fadly Akbar

Baca: Persib Bandung Hadapi Jadwal Berat di September 2018. Ini Rencana Pelatih Mario Gomez

Di sana pria ini pura-pura kencing menuju semak-semak, namun gerak geriknya mencurigakan.

"Nah setelah pria itu terlihat melempar sesuatu ke dalam lapas oleh petugas pos jaga di menara satu, kita langsung berlari mengamankan pelaku RH yang tanpa perlawan. Temannya yang menunggu di parkiran kabur dengan sepeda motornya," kata Septian yang dibenarkan Iqbal saat menceritakan proses penangkapan tersebut, Kamis (30/8/2018).

Septian mengatakan, setelah pelaku melempar paket sabu yang terbungkus plastik diperban, ia langsung terlihat menelepon.

"RH saay kita amankan langsung sedang menelepon, dan kita tidak tahu dia nelpon siapa," katanya.

RH yang sudah diamankan, saat ditanya Kalapas kelas ll A Batam, Surianto mengakui dirinya disuruh orang yang baru dikenalnya.

Dirinya dibayar Rp 2 juta untuk melempar sabu yang diduga dalam satu bungkus paket itu berkisar 100 gram.

"Saya baru melakukan hal ini pak. Orang yang menyuruh saya baru saya kenal juga di jalan," kata RH di hadapan Kalapas.

RH mengakui, melakukan hal itu dibayar Rp 2 juta.

"Saya dibayar sebesar Rp 2 juta pak, dan kalau siapa yang menerima di dalam saya tidak tahu, saya cuma disuruh,"terangnya ketika usai diamankan.(als)

Penulis: Alfandi Simamora
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved