Disindir Sibuk Jadi Jubir Militer Myanmar, PBB Desak Suu Kyi Mundur

Dalam laporan yang dirilis pada Senin lalu itu, PBB menuding Suu Kyi gagal mencegah kekerasan di negara bagian Rakhine

Disindir Sibuk Jadi Jubir Militer Myanmar, PBB Desak Suu Kyi Mundur
newsnation
Aung San Suu Kyi 

TRIBUNBATAM.ID, GENEVA-Ketua Badan HAM PBB Zeid Ra'ad al Hussein mengatakan, pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi seharusnya mundur terkait kekerasan terhadap etnis Rohingya yang dilakukan militer.

Kepada BBC, Al Hussein bahkan menyebut peraih hadiah Nobel Perdamaian itu seharusnya mempertimbangkan kembali menjadi tahanan rumah ketimbang memaklumi tindakan militer Myanmar.

Sebelumnya tim investigasi PBB menyebut militer Myanmar telah melakukan kekerasan terhadap etnis Rohingya dan menyebut nama sejumlah jenderal sebagai pelaku genosida.

Baca: Bahan Mudah Dicari, Beginilah Cara Bikin 3 Ramuan Alami Penghilang Sakit Asam Urat

Baca: Hendak Tangkap Bung Karno, 5 Polisi Jepang Ini Kabur Takut dengan Bambu Runcing

Baca: Akhir Tragis Titin Sumarni, Artis Favorit Bung Karno. Ditemukan Sakit di Rumah Mucikari

Baca: Derita Sakit Batu Ginjal? Inilah Ramuan Tradisional Penghilang Sakit dan Cara Bikinnya

Dalam laporan yang dirilis pada Senin lalu itu, PBB menuding Suu Kyi, yang dikenal karena perjuangannya menegakkan demokrasi, gagal mencegah kekerasan di negara bagian Rakhine.

"Dia memiliki kekuatan untuk melakukan sesuatu. Dia boleh saja tetap diam, atau sebaiknya dia mengundurkan diri," kata Al Hussein dalam wawancara dengan BBC.
"Dia tidak perlu menjadi juru bicara militer Myanmar.

Dia tak perlu mengatakan situasi ini hanya puncak gunung es sebuah misinformasi," tambah dia. Sebagai seorang pemimpin, lanjut Al Hussein, Suu Kyi seharusnya bisa bertindak lebih tegas.

Partai oposisi Aung San Suu Kyi kemungkinan meraih kemenangan besar dalam pemilu Myanmar
Partai oposisi Aung San Suu Kyi kemungkinan meraih kemenangan besar dalam pemilu Myanmar (foxnews)

"Dia seharusnya mengatakan, saya siap menjadi pemimpin negeri itu tetapi tidak dalam kondisi seperti ini," ujar dia.

"Terima kasih, saya akan mundur, kembali menjadi tahanan rumah, saya tidak bisa menjadi pelengkap di saat kekerasan terjadi," papar Al Hussein.

Antara 1989 hingga 2010, Suu Kyi menghabiskan 16 tahun menjadi tahanan rumah di saat Myanmar masih berada di bawah pemerintahan junta militer.

Selama beberapa dekade Suu Kyi dianggap sebagai pahlawan demokrasi, terutama saat junta militer Myanmar memerintah negeri itu dengan keras.

Dua Tahun Menjabat, Presiden Myanmar Mundur Namun, selama ini dia nyaris tak bersuara di saat kekerasan di negara bagian Rakhine terjadi yang berujung pada eksodus ratusan ribu etnis Rohingya ke Bangladesh atau ke negara-negara lain.

Meski demikian, pada Rabu (29/8/2018), Komite Nobel memastikan penghargaan Nobel Perdamaian yang sudah diterima Suu Kyi tidak akan dicabut. (BBC)

Berita ini telah tayang di Kompas.com dengan judul PBB: Ketimbang Jadi Jubir Militer, Suu Kyi Sebaiknya Mundur

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved