Gara-gara Knalpot Berisik, Selama 2 Hari Warga di Makassar Bentrok dan Sajam

Gara-gara knalpot berisik, dua kelompok warga kembali terlibat perang batu dan senjata tajam selama dua hari

KOMPAS.com/Hendra Cipto
Dua kelompok di perbatasan Kecamatan Bontoala dan Kecamatan Tallo terlibat perang kelompok di pertigaan Jl Kandea 3-Jl Bungaejaya, Kota Makasssar, Kamis (30/8/2018) 

TRIBUNBATAM.ID, MAKASSAR-Gara-gara knalpot berisik, dua kelompok warga kembali terlibat perang batu dan senjata tajam selama dua hari.

Perang terjadi beberapa kali, siang hingga malam hari, di pertigaan Jl Kandea 3-Jl Bungaejaya, perbatasan Kecamatan Bontoala dan Kecamatan Tallo, sejak Selasa (28/8/2018) malam hingga Kamis (30/8/2018) siang.

Kedua kelompok saling serang dengan menggunakan batu, berbagai senjata tajam dan panah terus terjadi.

Baca: Bahan Mudah Dicari, Beginilah Cara Bikin 3 Ramuan Alami Penghilang Sakit Asam Urat

Baca: Inilah Manfaat Lidah Buaya bagi Kesehatan, Bisa Sembuhkan 4 Penyakit Ini

Baca: Hendak Tangkap Bung Karno, 5 Polisi Jepang Ini Kabur Takut dengan Bambu Runcing

Puluhan rumah warga dikabarkan rusak terkena lemparan batu dan sejumlah warga terlibat perang kelompok ini terluka.

Turut aparat kepolisian dari Polsekta Bontoala yang turun ke lokasi kejadian untuk mengamankan situasi terluka akibat terkena lemparan batu.

Dua kelompok di perbatasan Kecamatan Bontoala dan Kecamatan Tallo terlibat perang kelompok di pertigaan Jl Kandea 3-Jl Bungaejaya, Kota Makasssar, Kamis (30/8/2018)
Dua kelompok di perbatasan Kecamatan Bontoala dan Kecamatan Tallo terlibat perang kelompok di pertigaan Jl Kandea 3-Jl Bungaejaya, Kota Makasssar, Kamis (30/8/2018) (KOMPAS.com/Hendra Cipto)

Wakil Kepala Polrestabes Makassar AKBP Hotman Sirait mengatakan, perang kelompok ini dipicu dendam lama yang sudah lama menjadi penyakit masyarakat di daerah tersebut. Hanya persoalan sepele menjadi besar yang akhirnya perang kelompok kembali pecah.

“Itu sudah penyakit lama dan dilatar belakangi dendam lama juga. Jadi ketika ada persoalan sepele, ya langsung dibesar-besarkan dan akhirnya perang kelompok kembali pecah.

Dari informasi yang diperoleh di lapangan, ada kelompok motor yang tancap gas yang menimbulkan suara keras di daerah tersebut.

Warga kesal kemudian mengejarnya hingga perselisihan pun terjadi yang berakhir perang kelompok,” katanya.

Untuk mengatasi perang kelompok di daerah itu, lanjut Hotman, aparat kepolisian bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama melakukan tindakan persuasif untuk meredam situasi.

“Selain tindakan persuasif, kami juga menyiagakan personel di daerah itu selama 24 jam. Jika dilihat kondisi penambahan personil, pasukan Sabhara Polrestabes Makassar akan diperbantukan.

Kalau masih tidak bisa diselesaikan lagi dengan persuasif, kita terpaksa mengambil tindakan preentif dengan penegakan hukum,” tegasnya. (Kompas.com)

Berita ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Gara-gara Knalpot Berisik, Perang Batu dan Senjata Tajam Terjadi di Makassar Selama 2 Hari

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved