TANJUNGPINANG TERKINI

Video 2 Siswi SMPN 2 Tanjungpinang Berkelahi Viral, Penonton dan Perekam Juga Kena Sanksi

Diknas Kota Tanjungpinang dan SMPN 2 Tanjungpinang memberikan sanksi siswi yang berkelahi. Termasuk penonton dan perekam video.

Video 2 Siswi SMPN 2 Tanjungpinang Berkelahi Viral, Penonton dan Perekam Juga Kena Sanksi
TRIBUNBATAM/WAHIB WAFA
Dadang, Kepala Dinas Pendidikan Tanjungpinang memberikan penjelasan terkait viralnya video siswi SMPN 2 Tanjungpinang 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang Dadang memberikan keterangan pada wartawan terkait perkelahian dua siswi SMPN 2 Tanjungpinang yang videonya jadi viral.

Video yang dibuat Sabtu 25 Agustus 2018 oleh salah seorang siswi yang melihat kejadian tersebut sempat menyebar dan kemudian menghilang.

Namun, selama dua hari belakangan, video tersebut kembali beredar bahkan menjadi viral.

"Ini kejadian 25 Agustus. Dan tanggal 27 Agustus sudah kita selesaikan. Kita panggil dua murid yang terlibat serta beberapa orang yang menonton dan melihat sambil ketawa-ketawa," kata Dadang saat dikonfirmasi di SMPN 2 Tanjungpinang usai mengelar rapat dengan pihak sekolah didampingi Kepala Sekolah, Jumat (31/8/2018).

Baca: VIRAL! Beredar Video 2 Siswi SMP di Tanjungpinang Duel Saling Jambak di Kebun

Baca: Video Siswi Kelahi Viral, Guru SMPN 2 Tanjungpinang: Kejadian di Luar Sekolah

Baca: Terekam saat Berkelahi dan Jadi Viral, Ini Sanksi yang Diterima 2 Siswi SMPN 2 Tanjungpinang

Pihaknya telah memanggil semua siswa yang terlibat dan juga yang berada di lokasi terjadinya duel.

Mereka juga sudah dikenakan sanksi. Dan saat ini sanksi masih terus berjalan.

Salah satu sanksi yakni mereka mendapatkan penanganan khusus dengan mengisolasi sistem pembelajaran selama sanksi berjalan.

"Mengisolasi ini bukan dipenjara. Tapi kedua yang terlibat, yang melihat, menonton dan membuat video kita berikan pelajaran khusus. Mereka dalam kelas terpisah kita berikan pelajaran khusus selama beberapa minggu," katanya.

Tak hanya itu, beberapa orangtua mereka juga ikut dipanggil. Mereka diminta untuk mengawasi dengan penuh anak-anaknya saat sudah di luar sekolah.

"Mereka kan sudah di luar jam sekolah waktu pulang sekolah. Jadi bukan kita tak bertanggungjawab atas terjadinya seperti itu. Namun orangtua juga lebih perhatian kepada anaknya," ungkapnya. (*)

*Baca berita terkait di Tribun Batam edisi Sabtu 1 September 2018

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved