ANAMBAS TERKINI

Dulu Hanya Pelita, Sekarang Listrik Menyala Siang, Malam

"Kami bersyukur sudah bisa nikmati listrik yang menyala selama 24 jam," ujar wanita yang tinggal di RT 002 ini

Dulu Hanya Pelita, Sekarang Listrik Menyala Siang, Malam
TRIBUNBATAM/THOM LIMAHEKIN
Maslina sedang berada di kedai makan miliknya di desa Temburun. 

Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro tersebut kadang-kadang tidak bisa beroperasi secara maksimal. Kerusakan teknis yang rentan terjadi setiap saat semisal, sampah yang menyumbat turbin dan curahan air terjun yang melemah, kerap kali membuat warga desa itu tidak bisa menikmati listrik yang menyala siang dan malam.

Kalaupun pembangkit listrik tersebut normal, warga tetap saja hanya menikmati layanan listrik selama beberapa jam saja. Mereka bisa saja tidak melihat nyala dari lampu pijar listrik bahkan selama berhari-hari kalau pembangkitnya sedang tidak sehat.

Solusi bagi warga yang memiliki uang lebih dalam kondisi ini adalah membeli mesin generator berukuran kecil. Mesin generator itu sengaja disiapkan sebagai sumber listrik cadangan ketika Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro bermasalah sehingga tidak bisa memasok daya listrik.

"Kalau kami yang tidak punya mesin di rumah, terpaksa pakai lampu pelita," tukas Pangusi (40) atau kerap disapa Usi itu.

Usi termasuk pria yang paling bahagia ketika layanan listrik dari PLN masuk ke desa mereka. Dia mengaku baru pertama kali menikmati listrik yang menyala siang dan malam semasa hidupnya.

"Alhamdulillah. Dulu pelita; sekarang bisa lihat listrik nyala siang dan malam," ujar Usi penuh rasa syukur.

Pria ini menceritakan, saat awal pemasangan jaringan PLN, listrik masih kerap padam sendiri atau padam lalu menyala lagi secara tidak menentu. Namun, lambat laun, kondisi itu berangsur normal; listrik menyala terus dan jarang padam.

Usi sendiri pun sadar betul akan kemampuan ekonominya. Karena itu, dia pernah membuat sebuah percobaan kecil dengan mengisi voucher listrik dengan nominal Rp 50 ribu. Dari percobaan ini, dia bisa mengukur berapa lama bisa menikmati listrik sesuai kemampuan keuangannya.

"Dari voucher Rp 50.000, saya bisa menikmati listrik selama 12 hari," sebut Usi.

Rosita (38) warga lainnya menambahkan, biaya penggunaan listrik dari PLN lebih terjangkau ketimbang generator pribadi. Dia memperkirakan, biaya operasional generator pribadi bisa mencapai Rp 500 riu selama sebulan. Biaya ini hanya mencakup pembelian bahan bakar solar dan belum terhitung harga minyak pelumas dan anggaran perawatan mesin.

Halaman
1234
Penulis: Thom Limahekin
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help