BATAM TERKINI

Gara-gara Ini Enam Juru Pakir Disidangkan di Pengadilan Negeri Batam

Keenam terdakwa terbukti bersalah karena melanggar Perda tentang parkir di Kota Batam, batas izin operasi dibatasi sampai pukul 20.00 WIB.

Gara-gara Ini Enam Juru Pakir Disidangkan di Pengadilan Negeri Batam
TRIBUNBATAM/LEO HALAWA
Beberapa juru parkir mengikuti sidan tindak pidana ringan (tipiring) di Pengadilan Negeri Batam, Jumat (31/8/2018) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM-Enam juru parkir diamankan polisi saat beroperasi di luar jam sesuai Peraturan Daerah (Perda). Masing-masing Ranjit Tambunan, Juli, Benektus, Angga, Predus dan Filip Yosep. Keenam diamankan di seputaran Nagoya Batam Kamis (30/8/2018) malam.

Dari hasil interogasi polisi, ternyata lima diantaranya juru parkir tidak resmi alias bodong kerena tidak ada izin dari Dishub Kota Batam, sementara Filip Yosep merupakan juru parkir resmi. Hanya saja, beroperasi di laur jam yang ditentukan.

Pada Jumat (31/8/2018), ke enam menjadi terdakwa tindak pidana ringan (tipiring) di Pengadilan Negeri Klas IA Batam.

Mewakili negara dalam hal ini Polresta Barelang Brigadir I Gusti Komang J, mendakwa enam terdakwa. Hakim yang memimpin sidang tipiring tersebut adalah Candra. Keenamnya diancam enam bulan kurungan penjara dan denda maksimal Rp 50 juta.

Baca: Masyarkat Antusias Lihat Film Anting, Ini Harapan Wakil Walikota Batam

Baca: Hasil Drawing Liga Champions 2019, Catat! Ini Jadwal Lengkapnya

Baca: Super Junior Goyang Dayung ala Jokowi di Penutupan Asian Games

"Keenam terdakwa terbukti bersalah karena melanggar Peraturan Daerah (Perda) tentang parkir di Kota Batam. Dimana dalam Perda parkir tersebut diatur bahwa batas izin operasi juru parkir dibatasi sampai pukul 20.00 WIB. Namun para terdakwa ini beroperasi hingga pukul 21.30 WIB," jelas Brigadir I Gusti Komang J dalam sidang.

Adapun barang bukti yang diamankan polisi dari para terdakwa yakni berupa baju juru parkir, karcis dan uang puluhan ribu rupiah.

Atas dakwaan dan tuntutan itu, terhadap para terdakwa, hakim Candra menjatuhkan vonis denda Rp 300 ribu subsider 4 hari kurungan penjara.

"Jika denda tidak dibayar, maka terdakwa dikurung empat hari penjara, supaya ada efek jeranya," kata Hakim Candra sebelum mengakhiri persidangan.

Tak hanya itu, hakim Candra juga berpesan kepada masyarakat Batam, jika masih menemukan ada Jukir beroperasi di luar yang sudah ditentukan, baiknya langsung dilaporkan ke Polisi supaya langsung ditindak lanjuti.(leo)

Penulis: Leo Halawa
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved