Kapolri Tito Ungkap Motif dan Identitas Teroris Penembak Polantas

Polri sudah mengantongi identitas pelaku penembakan anggota polisi Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Jabar

Kapolri Tito Ungkap Motif dan Identitas Teroris  Penembak Polantas
KOMPAS.com/Devina Halim
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian di Rumah Sakit Bhayangkara TK.I R. Said Sukanto (Polri), Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (31/8/2018). 

TRIBUNBATAM.id - Polri sudah mengantongi identitas pelaku penembakan anggota polisi Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Jabar yang ditembak orang tak dikenal di tol Kanci-Pejagan, Jawa Barat, pada Jumat (25/8/2018).

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian memastikan ketiga pelaku merupakan anggota kelompok teroris Jamaah Anshorut Daulah (JAD).

Identitas mereka diketahui setelah kedua pelaku, dengan inisial IC dan RJ, mengunjungi sebuah rumah sakit di Slawi untuk mengobati luka tembak.

 
"Dari tiga orang pelaku yang menembak, dua terkena tembakan, lalu mereka lari ke rumah sakit di Slawi, tetapi ngaku-nya sebagai anggota Polri yang ditembak penjahat," ujar Tito di Bhayangkara TK.I R. Said Sukanto (Polri), Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (31/8/2018).

"Setelah tiga jam proses perawatan, kemudian mereka langsung lari. Kita sudah tahu dia anggota jaringan JAD," sambungnya.

Koneksi pelaku dengan JAD berasal dari keluarga. Tito mengatakan, mertua salah satu pelaku juga merupakan anggota jaringan teroris JAD.

Tito menduga motif pelaku penembakan terhadap polisi di Tol Kanci-Pejagan, Jawa Barat, untuk membalas dendam setelah anggota keluarganya ditangkap Densus 88 Antiteror Polri.

"Motifnya kita juga sudah tahu. Jadi, motifnya mertuanya dulu ditangkap. Mertuanya juga dulu JAD, lebih kurang sebulan yang lalu ditangkap, jadi mungkin dia balas dendam," ujar Tito.

Tito menginstruksikan jajarannya untuk segera menangkap tiga pelaku penembakan anggota polisi Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Jabar di tol Kanci-Pejagan, Jawa Barat.

"Kita terus lakukan pengejaran kepada yang bersangkutan, all out. Lebih dari 100 anggota sudah melakukan pengejaran. Kita enggak akan ambil risiko, yang bersangkutan hidup atau mati, harus tertangkap," terang Tito. 

Halaman
123
Editor: Richard Nainggolan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved