Anambas Terkini

Tim Sepakbola Desa Terjauh di Anambas Mulai Berani Ikut Turnamen

Keikutsertaan kecamatan terjauh ikut serta dalam turnamen sepakbola mengalami peningkatan.

Tim Sepakbola Desa Terjauh di Anambas Mulai Berani Ikut Turnamen
Tribun Batam/Rachta Yahya
Ilustrasi, Bupati Karimun Nurdin Basirun menendang bola dalam kegiatan Parit Cup. 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Keikutsertaan kecamatan terjauh ikut serta dalam turnamen sepakbola mengalami peningkatan.

Ketua Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Kepulauan Anambas, Sahtiar mengatakan, bila sebelumnya keikutsertaan peserta di kecamatan terjauh seperti kecamatan di Pulau Jemaja hanya dua peserta saja, namun pada turnamen asosiasi kabupaten (Askab) tahun 2018 ini diikuti oleh enam peserta.

Baca: Buka Liga Nusantara Kepri, Gubernur Kepri Berharap Sepakbola Kepri Bangkit di Tingkat Nasional

Baca: Perjuangan Sepakbola Kepri ke PON Kandas

Baca: Bupati Karimun Buka Turnamen Sepakbola Karang Taruna Cup

Seperti diketahui, turnamen yang dilaksanakan di lapangan Sulaiman Abdullah ini dimulai sejak tanggal 24 Agustus hingga 12 September 2018.

"Artinya, minat dari kecamatan terjauh mengalami peningkatan. Mungkin dengan pola baru dan nama baru, sehingga menggugah minat mereka untuk mau bertanding," ujarnya Jumat (31/8/2018).

Ditemui di salahsatu kedai yang ada di Tarempa, ia kemudian menjelaskan pola yang diterapkan untuk mengetahui keikutsertaan perwakilan sepakbola yang ada masing-masing desa dan kecamatan.

Kondisi geografis yang kepulauan, memang dipahami menjadi salahsatu tantangan dalam mengikutsertakan tim dari sejumlah desa dari kecamatan terjauh di Anambas.

Pihak panitia sebelumnya mengirimkan surat ke masing-masing desa untuk mengkonfirmasi kehadiran tim sepakbola. Pengiriman surat konfirmasi ini dilakukan sepuluh hari sebelum pertandingan berlangsung.

Pemberian sanksi pun, menurutnya bakal diberlakukan bagi tim yang sebelumnya sudah mengkonfirmasi untuk ikut dalam pertandingan, namun dalam kenyataannya tidak hadir tanpa alasan yang jelas.

Hal ini menurutnya juga berlaku, bagi tim yang mengalami insiden keributan saat pertandingan.

"Pemberlakuan sanksinya dua tahun untuk desanya. Kalau terjadi keributan saat bertanding, bukan hanya timnya saja yang terkena sanksi, namun pemainnya juga. Ini kebijakan dari kami," bebernya.

Ia mengatakan, pemberlakuan sanksi ini menurutnya bertujuan agar mereka tidak main-main selain melatih dan membiasakan diri untuk berpegang pada komitmen.

Sampai saat ini, terdapat tiga desa yang mendapatkan
sanksi diantaranya Desa Teluk Siantan, Desa Air Sena dan Desa Munjan. Untuk Desa Air Sena dan Teluk Siantan di Kecamatan Siantan Tengah sudah menjalani sanksi pada tahun terakhir. Sementara, untuk Desa Munjan Kecamatan Siantan Timur baru menjalani tahun pertama.

"Tujuannya lebih kepada itu. Membiasakan mereka untuk bisa lebih disiplin," ujarnya.

Ia juga mengatakan, dalam turnamen sepakbola tahun ini, pihaknya akan memberikan penghargaan untuk pemain terbaik dan peraih top skor. Penghargaan yang diberikan pun meliputi plakat, uang tuna serta piagam. Pemberian penghargaan ini menurutnya berbeda dengan tahun lalu dengan memberikan sepatu untuk pemain terbaik. (*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Ucu Rahman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help