WASPADALAH! 4 Hal Ini Bisa Jadi Tanda Haid Tidak Normal

Haid atau menstruasi adalah siklus yang dialami oleh semua wanita. Tapi terkadang ada memiliki siklus tak normal. Apa tandanya?

WASPADALAH! 4 Hal Ini Bisa Jadi Tanda Haid Tidak Normal
Istimewa
Ilustrasi Menstruasi 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Setiap wanita mengalami haid atau menstruasi. Namun, beberapa di antaranya mengalami menstruasi yang tak sesuai siklus normal.

Jika tanda-tanda menstruasi tak normal tersebut dibiarkan, maka bisa mengarah pada penyakit serius.

Dokter Mery Sulastri, Educator & Trainer Mundipharma Indonesia menyebutkan, ada beberapa ciri menstruasi tak normal.

Mulai dari siklusnya yang terlalu pendek atau terlalu lama hingga volume darah menstruasi yang berlebihan.

Berikut tanda-tandanya umumnya:

1. Menstruasi terlalu jarang

Mery menjelaskan, menstruasi normal setidaknya terjadi setiap 21-30 hari sekali.

Namun menstruasi yang tidak normal jumlahnya bisa sangat sering maupun sangat jarang.

Baca: Helikopter Militer Sempat Terbakar di Udara Sebelum Jatuh, 18 Penumpang Tewas

Baca: Inilah 4 Aplikasi Sadap WhatsApp Terbaru, Jangan Disalah Gunakan Yaa

Baca: VIRAL! Bola Api Raksasa Melintas di Langit Australia Bikin Heboh. Lihat Videonya!

"Ada oligomenore, yaitu menstruasi yang lebih jarang. Lebih dari 35 hari, bahkan bisa dua bulan baru ada."

Demikian dikatakan Mery seusai peluncuran Betadine Feminine Wash & Wipes di Jakarta, Selasa (24/4/2018). Namun, hal itu tak berlaku bagi anak remaja yang baru menstruasi.

Menurut dia, beberapa anak remaja kadang masih memiliki jadwal menstruasi yang kurang rutin. Hal itu disebabkan belum stabilnya siklus hormonal mereka.

2. Darah menstruasi terlalu banyak

Mery menuturkan, volume darah menstruasi biasanya hanya sekitar 40cc atau sekitar tiga sendok makan dalam sehari.

Cara mudah untuk mengetahui apakah darah menstruasi kita tergolong banyak atau tidak adalah melihat kebiasaan di malam hari.

"Jika kita terbangun waktu malam harus mengganti pembalut." "Itu sebenarnya sudah salah satu indikator atau setiap satu jam harus ganti," tutur dia.

3. Warna darah menstruasi

Darah menstruasi bervariasi warnanya bergantung pada fase yang dilalui. Mery mencontohkan pada awal menstruasi, seringkali darah berwarna merah dan menjadi kecoklatan menuju berakhirnya fase menstruasi.

Namun, hal yang perlu dikhawatirkan adalah jika warna darah cenderung ekstrim.

"Misalnya darah menjadi merah campur kehitaman, atau pucat sekali juga bisa karena anemia," tutur dia.

4. Rasa sakit saat menstruasi

Setiap menstruasi hampir pasti mengalami sakit. Namun, rasa sakit yang berlebihan saat menstruasi tak boleh diabaikan begitu saja. Menstruasi yang tidak disertai dismenore atau rasa sakit menurutnya tak perlu dikhawatirkan karena cenderung normal.

Sebaliknya, jika rasa sakit membuat kita bahkan tak bisa bergerak, maka perlu diperiksakan ke dokter.

"Sakit itu faktor hormonal, tidak semua mengalami dismenore." "Justru tidak normal kalau sakitnya berlebihan seperti sampai guling-guling, itu perlu konsultasi ke dokter." "Takutnya ada kista atau sesuatu pada rahim," kata Mery. (*)

*Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cermati Ciri-ciri Menstruasi yang Tak Normal"

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help