BPJS Ketenagakerjaan Cari Masukan dari Perusahaan untuk Benahi Layanan

BPJS Ketenagakerjaan kumpulkan perwakilan rumah sakit dan perusahaan di Kepri untuk mendengarkan langsung keluhan dan masukan.

TRIBUNBATAM. id, TANJUNGPINANG - Deputi Direktur Bidang Kebijakan Operasional Program BPJS Ketenagakerjaan drg Endro Sucahyono mengumpulkan perwakilan rumah sakit dan perusahaan di Kepri.

Dia ingin mendengarkan langsung keluhan dan masukan dari kedua belah pihak seputar kerja sama dalam jaminan ketenagakerjaan. Masukan tersebut akan dijadikan sebagai pedoman dalam menyusun peraturan jaminan ketenagakerjaan.

Endro mengatakan, selain perusahaan dan rumah sakit, pertemuan itu dihadiri oleh para dokter dan pengawas tenaga kerja. Tujuannya adalah untuk menyamakan persepsi untuk meningkatkan jaminan ketenagakerjaan di waktu yang akan datang. Pertemuan itu berlangsung di CK Hotel Tanjungpinang, Kamis (30/8) lalu.

"Kami mau mendapat masukan. Kalau ada hal-hal yang masih menghambat, kita benahi. Jika ada ada prosedur yang berbelit-belit kita pangkas," ungkap Endro, Sabtu (1/9) sore.

Endro menilai, BPJS Ketenagakerjaan tidak ingin segala urusan menyangkut ketenagakerjaan menjadi ribet. Selain itu, BPJS begitu pantang kalau tenaga kerja mengeluarkan uang terlebih dahulu sebelum mendapat perawatan.

Sebab, BPJS menjamin seluruh biaya pengobatan dan perawatan tenaga kerja sampai sembuh.  BPJS Ketenagakerjaan juga menghendaki agar tenaga kerja cepat ditangani saat mengalami kecelakaan kerja. Hal tersebut dimaksudkan untuk menghindari peluang tenaga kerja mengalami cacat atau meninggal dunia.

"Entah itu buruh kasar atau manager, semuanya sama, harus cepat dirawat di kelas I. Kalau manager mau naik tingkat ke VIP, maka dia tanggung biaya sisanya," jelas Endro.
Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan, banyak sekali tenaga kerja mengalami kecelakaan lalu lintas. Jumlah kasus kecelakaan lalu lintas ini terjadi juga di Batam dan Tanjungpinang.

Demi menghindari tenaga kerja dari cacat atau meninggal dunia, Endro mengingatkan pihak rumah sakit agar menerima dan langsung menangani tenaga kerja yang mengalami kecelakaan kerja itu. Segala prosedur atau sistem pengobatan, perawatan dan pembayaran akan terintegrasi satu sama lain.

Misalnya, kalau ada pekerja yang mengalami kecelakaan lalu lintas dibawa saja ke rumah sakit. Pihak rumah sakit akan berkoordinasi dengan manager kasus di perusahaan. Tinggal saja manager kasus menghubungi pihak perusahaan. Pasien tidak harus sibuk mengurus proses pengobatan dan perawatannya. (*)

Baca selengkapnya di Harian Tribun Batam edisi Minggu (2/9/2018)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: Rimna Sari Bangun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help