BATAM TERKINI

Minggu Depan Putusan, Polisi Yakin Menangkan Sidang Praperadilan Dorkas

Dorkas mengajukan Praperadilan ke Pengadilan Negri Batam karena tidak terima atas penangkapan yang dilakukan pihak kepolisian.

Minggu Depan Putusan, Polisi Yakin Menangkan Sidang Praperadilan Dorkas
TRIBUNBATAM/LEO HALAWA
Suasana Sidang Praperadilan Dorkas Lominori 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kasus dugaan penipuan lahan atas tersangka Dorkas Lominori terus berjalan.

Sejauh ini, Dorkas mengajukan Praperadilan ke Pengadilan Negri Batam karena tidak terima atas penangkapan yang dilakukan pihak kepolisian.

Dalam persidangan beberapa saksi sudah dihadirkan oleh pihak Dorkas ataupun pihak kepolisian.

Direncanakan putusan sidang Praperadilan ini akan dibacakan Selasa 4 September 2018 mendatang.

Menanggapi hal tersebut, Bidang Hukum Polda Kepro Kombes Pol Toto Wibowo mengatakan optimis memenangkan kasus ini pasalnya, pihak kepolisian melakukam penangkapam sesuai prosedur yang ada.

"Kita tim dari Polda Kepri tentunya sangat optimis dengan persidangangan ini. Karena kami tahu, dalam penangkapan yang dialakukan dalam persidangan sudah sesuai SOP dari kepolisian," sebut Toto menerangkan.

Baca: Kapal Hantu Berbendera Indonesia Bikin Heboh Myanmar. Lihat Foto-fotonya!

Baca: Roro Fitria Nangis Usai Sidang, Inilah 5 Kondisi sang Artis Selama Mendekam di Penjara

Baca: Videonya Viral, Ternyata Ini Pemicu 2 Siswi SMPN 2 Tanjungpinang Saling Jambak

Dalam persidangan kemarin, dikatakan Toto ada lima saksi yang dihadirkan oleh pihak kepolisian.

Mereka di antaranya, satu penyidik, sekuriti perumahan, pihak Bank dan dua polwan yang bertugas menjemput Dorkas saat penangkapan tersebut.

"Semua kesaksian sudah kita dengarkan dan hasilnya nanti akan dibacakan majelis hakim Selasa mendatang," sambungnya.

Sementara itu, kasat Reskrim Polresta Barelang AKP Andri Kurniawan mengatakan kalau pihaknya optimis menang dalam Praperadilan ini.

Menurut Andri, sejak awal ia sudah melakukan sesuai dengan SOP yang berlaku.

"Sudah beberapa kali kita panggil sebagai saksi tetapi yang bersangkutan tidak datang. Makanya kami jemput paksa. Semua prosedur sudah kita lakukan dan tidak ada yang salah," sebut Andri.

Adanya Praperadilan ini menurut Andri merupakan hal wajar. Dan kembali lagi, tentunya nanti hakim yang akan menentukan. (*)

Penulis: Eko Setiawan
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help