ANAMBAS TERKINI

Curah Hujan Minim di Siantan Timur, Kondisi Air Terjun Temburun Mengering

Air terjun yang berlokasi di Desa Temburun Kecamatan Siantan Timur ini kondisi airnya tak mengalir dengan deras

Curah Hujan Minim di Siantan Timur, Kondisi Air Terjun Temburun Mengering
tribunbatam/septyan mulia rohman
Kondisi air terjun Temburun di Desa Temburun Kecamatan Siantan Timur Kabupaten Kepulauan Anambas. Gambar diambil belum lama ini 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS-Kondisi air terjun Temburun makin memprihatinkan. Air terjun yang berlokasi di Desa Temburun Kecamatan Siantan Timur ini kondisi airnya tak mengalir dengan deras.

Minimnya curah hujan yang mengguyur Pulau Siantan menjadi salahsatu penyebab menurunnya kondisi air terjun yang menjadi salahsatu destinasi wisata di Anambas ini.

"Sekitar tiga hari yang lalu saya lihat kondisinya masih ada air meski hanya meleleh saja pada bagian sisi batu yang paling bawah.

Baca: Pakai Rumus Khusus, Ilmuwan Rumania Ini Menangkan Lotre hingga 14 Kali. Begini Kisahnya

Baca: Jefferson Edri, Sosok di Balik Logo dan Maskot Asian Games 2018, Terinspirasi Filosofi Bung Karno

Baca: Jangan Sekalipun Starter Mobil Dalam Keadaan AC Menyala, Begini Risikonya

Baca: Jack Ma di Indonesia, Inilah Pesan Inspiratif Sang Manusia Rp570 Triliun untuk Anaknya

Hari Jumat saya lihat lagi pas kebetulan lewat memang tidak ada air yang mengalir," ujar Arman salahseorang warga, Minggu (2/9/2018).

Ia pun cukup menyayangkan kondisi air terjun yang berada di Pulau Siantan ini. Debit air yang mengalir deras dan langsung mengalir ke laut,

menurutnya menjadi sumber listrik untuk menggerakkan turbin pada pembangkit listrik tenaga mikro hidro yang ada di sekitar lokasi air terjun.

Air Terjum Temburun, Anambas, Kepulauan Riau (Kepri).
Air Terjum Temburun, Anambas, Kepulauan Riau. (tribunnews batam/sm rohman)

Kondisi air yang mengering, membuat masyarakat tidak dapat menikmati listrik yang bersumber dari pembangkit listrik itu.

"Untungnya sudah ada listrik dari PLN yang masuk ke desa. Lebih kurang sudah dua pekan terakhir masyarakat di desa itu menikmati listrik dari PLN," ungkapnya. Menurunnya debit air terjun Temburun ini pun, mendapat tanggapan dari Hasmadi Kepala Desa Temburun.

Ditemui di kantor desa belum lama ini, ia pun enggan menjelaskan secara spesifik mengenai kondisi air terjun yang makin memprihatinkan itu.

Ia hanya menyebutkan kalau kondisi serupa pernah terjadi hingga berbulan-bulan lamanya sehingga mesin pembangkit listrik tidak dapat dioperasikan.

"Abang tahu sendiri lah kondisinya sekarang seperti apa. Memang pernah juga setengah tahun tidak hidup mesin pembangkit listrik itu karena kondisi air ini," ujarnya.

Hadirnya pembangkit listrik tenaga mikro hidro ini ‎memang membantu masyarakat di desa yang berjumlah 130 Kepala Keluarga itu.

Operasional yang lebih hemat karena tidak menggunakan minyak, diakui Hasmadi menjadi keuntungan dari penggunaan pembangkit listrik yang bisa menyala hingga 21 jam lamanya itu.

Kondisi air terjun Temburun di Desa Temburun Kecamatan Siantan Timur Kabupaten Kepulauan Anambas. Gambar diambil belum lama ini
Kondisi air terjun Temburun di Desa Temburun Kecamatan Siantan Timur Kabupaten Kepulauan Anambas. Gambar diambil belum lama ini (tribunbatam/septyan mulia rohman)

"Yang mengoperasionalkan desa. Untuk lamanya menyala pasokan listrik memang tergantung kondisi air terjun. Kalau memang kondisi air terjun sedang bagus biasanya bisa menyala sampai 21 jam. Tiga jam kami gunakan untuk waktu mesin istirahat.

Jadi, mesin mati dari pukul sebelas sampai pukul satu siang. Dari sisi operasional, memang mesin pembangkit listrik ini lebih irit karena tidak menggunakan minyak sebagai bahan bakarnya," bebernya

Ia pun tidak mengelak, debit pada air terjun Temburun tidak hanya berdampak pada pembangkit listrik tenaga mikro hidro saja,

namun juga berdampak pada pariwisata di desa. Wisatawan yang datang berkunjung tak jarang kecewa dengan kondisi air terjun yang debit airnya menurun dengan drastis.

Pihaknya hanya bisa berharap, kondisi air terjun dapat kembali normal dan memberikan dampak positif kepada masyarakat desa.

"Kami berharap seperti itu. Mudah-mudahan kondisinya dapat kembali normal," ungkapnya.

Selain Air Terjun Temburun, setidaknya terdapat dua air terjun lain yang ada di Anambas masing-masing Air Terjun Air Bunyi di Desa Air Bini Kecamatan Siantan Selatan dan Air Terjun Neraja di Desa Ulu Maras Kecamatan Jemaja Timur. (*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help