BATAM TERKINI

Dampak Pelebaran Jalan Rumah Warga Jadi Rusak, Pintu Tidak Bisa Dibuka. Begini Kondisinya

Kita terkena dampak. Memang pak Wali, pak Camat sudah melihat keadaan kami disini. Rumah kita sekarang tetap jadi rawan roboh

Dampak Pelebaran Jalan Rumah Warga Jadi Rusak, Pintu Tidak Bisa Dibuka. Begini Kondisinya
TRIBUNBATAM/ROMA ULY SIANTURI
Alat berat eskavator saat melakukan pelebaran jalan yang berdampak kepada rumah warga 

TRIBUNBATAM.id, BATAM-Sejumlah rumah warga di depan SMPN 6 Batam di daerah Bengkong terkena dampak dari pelebaran jalan yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Terlihat halaman depan rumah mengalami kerusakan yang cukup parah.

"Kita terkena dampak. Memang pak Wali, pak Camat sudah melihat keadaan kami disini. Rumah kita sekarang tetap jadi rawan roboh. Petugas mengeruk paritnya terlalu dalam dan lebar jadi terkena ke tanah kami," ujar Damri Saragih salah seorang warga yang rumahnya mengalami kerusakan, kepada Tribun, Minggu (02/09/2018).

Diakuinya kerugian ini mencapai puluhan juta. Namun belum ada diberikan dispensasi dari Pemko Batam. Damri sendiri tampak pasrah melihat kehancuran bagian depan sisi rumahnya. Tak bisa berbuat apapun karena merupakan proyek pemerintah. Padahal rumah yang dihuninya tersebut adalah rumah yang resmi.

"Saya hanya meminta diperbaiki seperti semula. Saya tak minta ini tak minta itu," tuturnya.

Damri mengakui Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan kerusakan rumah warga bakal diperbaiki kembali. Namun dirinya hanya bisa mempercayainya saja walaupun rencana waktu kapan perbaikan tidak disebutkan oleh Rudi.

Baca: Jadi Tuan Rumah Asian Games 2022, Kota Hangzhou Terus Bersolek

Baca: Kecelakaan saat Aksi Kebut-kebutan di Karimun, Seorang Korban Dirujuk ke RSUD. Begini Kejadian

Baca: Sudjiwo Tedjo Anggap Sandiaga Kurang Peduli Seni, Ferdinand Hutahaean Membela

Sementara itu bukan hanya bagian teras rumah, pintu rumah juga menjadi sulit dibuka dan ditutup. Kondisi tanah sudah dalam. Keadaan tanah menjadi menurun.

"Kalau untuk akses keluar masuk rumah kami siasati dengan jembatan kayu sementara. Saya juga meminta akses jalan nantinya ke rumah dan pembuangan air pun bisa dibangun lagi. Ada beberapa rumah tempat pembuangannya sudah jadi satu parit. Besok mungkin penggaliannya," paparnya.

Memang, kata Damri sebelumnya mereka memiliki kios di pinggir jalan. Kemudian Pemko Batam meminta pembongkaran dikarenakan pelebaran jalan, pihaknya sudah melakukan pembongkaran sendiri tanpa meminta penggantian apapun.

"Padahal kios ini kita buat juga semi permanen habis Rp 70 juta. Lantaran kita sadar itu tanah pemerintah, ya akhirnya mengalah lah kami. Kita bongkar sendiri tanpa ada perlawanan," katanya.

Ia menyesalkan tidak ada koordinasi Pemko Batam dengan warga. Pasalnya Pemko meminta lahan warga yang diberikan oleh BP Batam sejak lama. Tetapi sebelumnya tak ada sosialisasi apapun.

"Tak ada koordinasi main gali-gali saja. Di korek dalam itulah yang membuat rumah kami roboh. Saya tak terima cara seperti itu. Kalau gitu caranya sama dengan membunuh kami," sesalnya. (rus)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved