BINTAN TERKINI

Inilah Teguh Tahax, Pengubah Kayu Buangan Jadi Furnitur Menarik Mata. Begini Penampakannya

Ada furniture cantik berbahan kayu yang sudah terbuang. Sebagian malah sudah jadi sampah di tepi pantai

Inilah Teguh Tahax, Pengubah Kayu Buangan Jadi Furnitur Menarik Mata. Begini Penampakannya
tribunbatam/aminnudin
Aneka kerajinan Tahax yang dipakai resort tempatnya bekerja berbahan baku kayu buangan 

TRIBUNBINTAN.COM, BINTAN-Kreatifitas itu tak punya batas. Memiliki kreatifitas tinggi dan sikap inisiatif akan membuat bertahan dimanapun berada. Termasuk di lingkungan kerja.

Prinsip itu dipegang Teguh Tahax Bintan, warga Kawal yang yang sehari-hari jadi karyawan The Residence Bintan, resort bintang lima di Galang Batang, Kecamatan Gunung Kijang.

Tahax bikin sang bos terkagum dan memberikan aplaus. Pasalnya ia mampu membuat kreasi-kreasi yang layak dipakai di hotel.

Beberapa di antaranya berupa furniture ramah lingkungan. Desainnya sangat artistik serta futuristik.

Baca: Pakai Rumus Khusus, Ilmuwan Rumania Ini Menangkan Lotre hingga 14 Kali. Begini Kisahnya

Baca: Jack Ma di Indonesia, Inilah Pesan Inspiratif Sang Manusia Rp570 Triliun untuk Anaknya

Baca: Jefferson Edri, Sosok di Balik Logo dan Maskot Asian Games 2018, Terinspirasi Filosofi Bung Karno

Di antara kreatifitasnya, ada furniture cantik berbahan kayu yang sudah terbuang. Sebagian malah sudah jadi sampah di tepi pantai. Kayu tersebut ia kumpulkan.

“Saya sampe dibilang kaya pemulung," kata Tahax, Minggu (2/9/2018) menceritakan kegiatannya hunting alias berburu kayu buangan.

Sebagian kayu usianya sudah lama dan terlihat lapuk. Ada kayu yang teronggok di pantai yang hanyut disapu ombak.

Saat dipungut, kayu-kayu tersebut secara fisik sudah tidak sedap dipandang mata. Tapi bagi Tahax itu bukan masalah.

Aneka kerajinan Tahax yang dipakai resort tempatnya bekerja berbahan baku kayu buangan
Aneka kerajinan Tahax yang dipakai resort tempatnya bekerja berbahan baku kayu buangan (tribunbatam/aminnudin)

"Saya ambil. Kayu itu istilahnya gak layak dipandang dan gak layak dibutuhkan lagi," katanya.

Sebetulnya, ada banyak bakau hidup di tempat Tahax tinggal. Batang kayunya pasti masih segar segar.

Tapi ia menolak menggunakan batang bakau. Menurutnya, merupakan tumbuhan yang harus dilindungi. Fungsinya sangat penting bagi ekosistem pesisir.

“Yang jelas gak ada gunakan kayu bakau hidup, karena kita jaga agar mangrove tetap lestari," katanya.

Kreasi furniture Tahax bermacam macam. Ada rak buku gift shop untuk anak. Ada juga rak desain bunga matahari. Ada gantungan topi desain pohon, tempat duduk santai. Bahkan ia juga mendesain jembatan mini dari kayu.

Beberapa poduk furniture Tahax saat ini bisa ditemukan di resort bintan lima tempatnya bekerja. Ada yang diletakan di tepian pantai dan biasa dipakai turis atau tamu resort.

Atas kreasi dan inisiatifnya, pengelola resort bintang lima tempatnya kerja sampai tak percaya kalau Tahax bisa membuat itu semua. Desainnya cantik, elegan, futuristik dan layak dipakai di resort.

Soal desain, dipastikannya merupakan ide original alias murni lahir dari daya imajinasi sendiri. Tidak mencontoh desain karya yang sudah ada ataupun yang tersebar di internet. “Desain sendiri, inisiatif saja," katanya. (*)

Penulis: Aminnudin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved