BATAM TERKINI

Sering Bawa Teman Pria ke Kamar Kos, Wiranto Laporkan ke Polisi, Ini Kasusnya

Pamannya memberitahukan kepada orangtua Er agar datang melihat langsung kelakuan anaknya di Batam.

Sering Bawa Teman Pria ke Kamar Kos, Wiranto Laporkan ke Polisi, Ini Kasusnya
TRIBUNBATAM/IAN PERTANIAN SITANGGANG
Kapolsek Batuaji Kompol Syafruddin Dalimunthe 

TRIBUNBATAM.id, BATAM-Tidak terima jika anaknya digauli teman prianya di kamar kos, Wiranto orangtua dari Er (16) melaporkan BA (19) ke Polsek Batuaji. Er sendiri merupakan warga Sembulang yang sekolah salah satu SMA yang ada di kawasan Batuaji.

Kapolsek Batuaji kompol Syafruddin Dalimunthe, menjelaskan kronologis atas laporan Wiranto tersebut pertama diketahui bahwa BA dan Er sudah melakukan hubungan layaknya suami istri atas kecurigaan dari pamannya sendiri.

"Di kawasan Tembesi dekat kos Er, ada paman korban, selama ini sudah diperingatkan agar jangan membawa pria masuk kamar, dan sudah beberapa kali di dapati Er bawa masuk pria ke dalam kamarnya,"kata Syafruddin.

Syafruddin mengatakan paman korban sudah beberapa kali menasehati Er, atas kelakuannya sering membawa pria ke dalam kamar. Namun nasihat tersebut tidak diperhatiakan malah Er tidak mau berkomunikasi dengan pamannya.

"Puncaknya itu pada malam Rabu (29/8/2018) sekitar pukul 23.00 WIB. Pamannya memberitahukan kepada orangtua Er agar datang melihat langsung kelakuan anaknya di Batam. Saat itulah bapak Er mendatangi kos Er, ternyata di dalam kamar Er bersama dua orang pria," kata Kapolsek.

Baca: Nuryanto Sesalkan Pemko Batam Tidak Jalankan Pokir Anggota Dewan

Baca: Pakai Rumus Khusus, Ilmuwan Rumania Ini Menangkan Lotre hingga 14 Kali. Begini Kisahnya

Baca: KPU Kepri Umumkan Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Daerah RI 2019

Wiranto, dan Pamannya mengintrogasi BA yang merupakan pacar Er itu. BA mengakui bahwa mereka sudah melakukan hubungan layaknya suami istri.

"Orangtua Er tidak terima dan membuat laporan Polisi," kata Syaftuddin.

Saat ini BA sudah diamankan Polsek Batuaji.

"Orangtua Er minta kasusnya dilanjutkan, karena anaknya masih dibawah umur dan kondisinya masih sekolah," kata Syafruddin.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya pelaku dikenakan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, pasal 82 dengan ancaman hukaman lima tahun penjara dan paling lama 15 tahun penjara.(ian)

Penulis: Ian Pertanian
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved