ANAMBAS TERKINI

Warga Pulau Siantan Mulai Khawatirkan Kekeringan, Ini Pemicunya

Warga Pulau Siantan Kabupaten Anambas mulai khawatirkan kekeringan. Kondisi ini pemicunya

Warga Pulau Siantan Mulai Khawatirkan Kekeringan, Ini Pemicunya
tribunbatam/septyan mulia rohman
Anak-anak di Desa Tarempa Barat Kecamatan Siantan saat asyik mandi hujan. Curah hujan di Pulau Siantan yang minim membuat khawatir masyarakat akan ketersediaan air bersih yang mengalir ke rumah-rumah warga. Foto diambil beberapa waktu lalu 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS-Intensitas hujan cukup lama tidak menguyur Anambas, khususnya Pulau Siantan belakangan menimbulkan kekhawatiran di masyarakat.

Kesulitan akan mendapatkan air bersih, menjadi kekhawatiran terbesar warga karena sumber air bersih yang mengalami penurunan debit air hingga cenderung kering.

"Lebih kurang sudah satu bulan terakhir mungkin tidak turun hujan. Khawatirnya seperti itu, berpengaruh ke ketersediaan air bersih," ujar Herman, warga Tarempa Minggu (2/9/2018).

Baca: Jangan Sekalipun Starter Mobil Dalam Keadaan AC Menyala, Begini Risikonya

Baca: Jack Ma di Indonesia, Inilah Pesan Inspiratif Sang Manusia Rp570 Triliun untuk Anaknya

Baca: Jefferson Edri, Sosok di Balik Logo dan Maskot Asian Games 2018, Terinspirasi Filosofi Bung Karno

Ia menjelaskan, curah hujan memang cukup berpengaruh dengan ketersediaan ‎air bersih yang mengalir ke rumah-rumah warga. Tidak jarang, warga pun harus mengambil air ke rumah warga yang memiliki sumber air pribadi yang berlebih.

Sorotan akan pembangunan proyek Sarana Prasarana Air Minum (SPAM) di Kecamatan Siantan dengan alokasi anggaran mencapai dua puluh delapan miliar rupiah pun, menjadi perhatian masyarakat.

"Sebelumnya kan ada pembangunan proyek untuk air bersih itu. Harapan kami masyarakat ini kan bertumpu salahsatunya ke sana. Kalau dari sana tidak juga menyala susah juga lah," ungkapnya.

Anak-anak di Desa Tarempa Barat Kecamatan Siantan saat asyik mandi hujan. Curah hujan di Pulau Siantan yang minim membuat khawatir masyarakat akan ketersediaan air bersih yang mengalir ke rumah-rumah warga. Foto diambil beberapa waktu lalu
Anak-anak di Desa Tarempa Barat Kecamatan Siantan saat asyik mandi hujan. Curah hujan di Pulau Siantan yang minim membuat khawatir masyarakat akan ketersediaan air bersih yang mengalir ke rumah-rumah warga. Foto diambil beberapa waktu lalu (tribunbatam/septyan mulia rohman)

Zulkarnaen warga lainnya mengatakan, kesulitan warga untuk mendapatkan air bersih bias dialami warga pada bulan-bulan tertentu setiap tahunnya.

Masyarakat pun, tak jarang mengantre untuk mendapatkan air bersih di beberapa lokasi salahsatunya di pasar ikan yang ada di Tarempa.

"Hampir setiap tahun seperti ini. Bahkan, sampai ada warga yang antre ambil air di pasar ikan. Memang harus ada langkah nyata dalam mengatasi hal ini," ungkapnya. ‎

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak memprediksi hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di perairan

Kabupaten Kepulauan Anambas terhitung pada tanggal 2 September 2018. Prediksi cuaca ini berbeda pada satu hari seelumnya dengan kondisi berawan.

Upaya untuk menghadirkan air bersih di Anambas pun, sebelumnya coba dilakukan Bupati Anambas, Abdul Haris. Melalui rilis yang diterima,

orang nomor satu di Anambas itu mengunjungi BWS yang membidangi sumber daya air yang berlokasi di Batam pada akhir bulan Agustus 2018 ini.

‎"Kunjungan ini dilakukan karena Anambas membutuhkan air bersih. Ini merupakan salahsatu perhatian kami dalam menghadirkan air bersih ke masyarakat," ujarnya. (*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved