KAKRIMUN TERKINI

Belum Diakui Negaranya, Beginilah Nasib WN Myanmar yang Diamankan Imigrasi Tanjungbalai Karimun

"Belum ada respon dan pernyataan dari kedutaan Myanmar," kata Barandaru

Belum Diakui Negaranya, Beginilah Nasib WN Myanmar yang Diamankan Imigrasi Tanjungbalai Karimun
TRIBUNBATAM/ELHADIF PUTRA
Warga Negara Asing asal Myanmar, B alias Unai (39) yang telah tinggal selama 23 tahun di Karimun 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN-Nasib Warga Negara Asing (WNA) asal Myanmar berinisial B alias Unai (39) yang diamankan petugas Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun masih terkatung-katung.

Meskipun telah memiliki istri serta tiga anak, dan menetap selama puluhan tahun di Kelurahan Sei Pasir, Kecamatan Meral, namun ia tetaplah WNA yang tinggal secara ilegal di Indonesia.

Mirisnya lagi, hingga saat ini pria yang telah tinggal selama 23 tahun secara ilegal di wilayah Indonesia itu masih belum mendapatkan pengakuan oleh Kedubes Myanmar sebagai warga negara mereka.

"Belum ada respon dan pernyataan dari kedutaan Myanmar," kata Barandaru, Kasubsi Pengawasan, Irvin yang mendampingi Kasi Wasdakim Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun,  Senin (3/9/2018).

Akibat belum adanya pengakuan tersebut, Unai masih berstatus apatride atau tanpa kewarganegaraan. Pihak Imigrasi Indonesia juga masih belum dapat melakukan proses lanjutan terhadapnya.

"Kecuali nanti Kedubes Myanmar mengakui dia sebagai warga negara mereka," tambah Irvin.

Baca: Akhirnya, Stuntman Jokowi di Pembukaan Asian Games 2018 Buka Suara

Baca: Tampil di Closing Ceremony Asian Games 2018, Siti Badriah Terharu Hingga Hampir Menangis

Baca: BP Batam Sosialisasi Tracking Sistem Fasilitas Pembebasan Cukai di Surabaya, IniTujuannya

Sekarang Unai telah dilimpahkan Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun, dan diamankan di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kota Tanjungpinang sembari menunggu untuk diproses lebih lanjut.

Unai diamankan petugas Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun karena kedapatan berada di Karimun tanpa dokumen apapaun. Ia masuk ke Indonesia tanpa mengantongi dokumen perjalanan yang sah atau melalui jalur gelap pada tahun 1995 dengan menumpang kapal tangkap ikan.

Atas tindakannya, Unai diduga melakukan pelanggaran keimigrasian sebagaimana yang disebutkan dalam pasal 119 ayat (1) Undang-Undang No. 6 tahun 2011, yaitu setiap orang asing yang masuk dan atau berada di wilayah Indonesia yang tidak memiliki dokumen perjalanan dan visa yang sah dan masih berlaku. Ia dapat dipidana penjara paling lama lima tahun dan pidana denda paling banyak Rp 500 juta. (ayf)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help