Dulu Hanya Restart, Kini DPRD Kota Malang Shut Down

Para wakil rakyat ini menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan suap pembahasan P-APBD Kota Malang tahun anggaran 2015

Dulu Hanya Restart, Kini DPRD Kota Malang Shut Down
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Anggota DPRD Kota Malang Sahrawi usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa (17/4/2018). KPK menahan 22 anggota DPRD Malang terkait dugaan suap dari Wali Kota Malang terkait pembahasan APBD-P Kota Malang tahun anggaran 2015. 

TRIBUNBATAM.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan 22 anggota DPRD Malang, Jawa Timur, Senin (3/9/2018).

Para wakil rakyat ini menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan suap pembahasan P-APBD Kota Malang tahun anggaran 2015.

Secara keseluruhan, KPK menetapkan 41 anggota DPRD Malang sebagai tersangka.

Penahanan ini akan mengganggu kinerja serta fungsi DPRD kota Malang.

Pengamat Pemerintahan Daerah dari Universitas Brawijaya, Ngesti D. Prasetyo menjelaskan DPRD Kota Malang mengalami restart karena bisa pulih kembali setelah 18 anggota menjadi terdakwa.

Kini Ngesti menyebut DPRD Kota Malang sudah shut down.

“Saya katakan DPRD kota Malang tidak lagi restart, tapi shut down.”

“Kalau periode pertama masih restart, sekarang DPRD Kota malang sudah shut down,” kata Ngesti kepada SURYAMALANG.COM.

Dosen hukum tata negara Universitas Brawijaya itu yakin KPK akan memisahkan logika hukum pidana Tipikor dengan logika hukum pemerintahan.

Artinya, apa yang dijalankan KPK akan tetap sesuai prosedur.

“Jika sesuai bukti yang cukup dan memadai, KPK pasti akan menahan 22 anggota dewan tersebut,” ungkap Ngesti.

Ketika 22 anggota DPRD itu ditahan, hanya tersisa enam orang, yaitu empat anggota aktif, dan dua anggota yang sedang sakit.

Di sisi lain, Ketua Pusat Pengembangan Otonomi Daerah (PPOTODA) itu menyebut banyak fungsi dewan yang tidak berfungsi.

Di antara beberapa fungsi tersebut adalah kelembagaan, paripurna, budgeter, banggar, baleg, bamus, komisi, pansus, dan sebagainya.

“Ini yang saya sebut dengan shut down. Bahkan partai pun tidak bisa melakukan PAW,” terangnya.(*)

Editor: Agus Tri Harsanto
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved