Proyek Kereta Cepat Kuala Lumpur-Singapura Ditunda Dua Tahun, Ada Kompromi di Dalamnya

Pemerintah Malaysia dan Singapura sepakat untuk menunda proyek kereta cepat yang menghubungkan Kuala Lumpur-Singapura selama dua tahun

Proyek Kereta Cepat Kuala Lumpur-Singapura Ditunda Dua Tahun, Ada Kompromi di Dalamnya
via kompas.com/Thinkstock
Ilustrasi kereta cepat 

TRIBUNBATAM.ID, KUALA LUMPUR-Pemerintah Malaysia dan Singapura sepakat untuk menunda proyek kereta cepat yang menghubungkan Kuala Lumpur-Singapura selama dua tahun.

Demikian laporan yang diwartakan Channel News Asia pada Senin (3/9/2018). Melansir The Straits Times, proyek rel kereta api sepanjang 350 km ini ditangguhkan sampai 31 Mei 2020.

Menteri Urusan Perekonomian Malaysia Azmin Ali mengatakan, tidak ada denda yang dikenakan, dan rincian terkait hal itu akan dibuat pada perjanjian baru yang segera ditandatangani.

Baca: Jangan Anggap Remeh, Inilah 10 Tanda Anda Lebih Cerdas dari yang Anda Sadari

Baca: Penyakit Asam Urat Dapat Disembuhkan Total? Begini Jawaban Ahlinya

Baca: Derita Sakit Batu Ginjal? Inilah Ramuan Tradisional Penghilang Sakit dan Cara Bikinnya

"Kami ingin melanjutkan proyek ini karena akan membawa kebaikan bagi kedua negara," katanya. "Namun, selama penundaan, kami akan membahas bagaimana cara untuk mengurangi biayanya," imbuhnya.

Menteri Transportasi Singapura Khaw Boon Wan pada 30 Agustus lalu menyatakan telah bertemu dengan Azmin. Laporan dari The Edge mengungkap, kompromi penundaan itu dilakukan dengan mengatasnamakan semangat antar-negara tetangga yang baik.

Ilustrasi kereta cepat
Ilustrasi kereta cepat (via kompas.com/Thinkstock)

Dengan begitu, Malaysia dapat terhindar dari ganti rugi senilai 500 juta ringgit atau Rp 1,7 triliun, apabila membatalkan proyek tersebut. Sebelumnya, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad memilih untuk membatalkan proyek yang dijadwalkan selesai pada 2016 itu.

Kemudian, pemerintah Malaysia mulai melunakkan sikapnya dan bernegosiasi dengan Singapura untuk menunda proyek tersebut. Pemerintah Malaysia memperkirakan proyek kereta cepat akan menelan biaya hingga 110 miliar ringgit atau sekitar Rp 395 triliun.

Sementara utang nasional negara itu mencapai 1 triliun ringgit atau Rp 3.500 triliun. Di Parlemen Singapura pada Juli lalu, Khaw menyatakan Singapura telah menggelontorkan lebih dari 250 juta dollar Singapura atau Rp 2,7 trilun untuk mengawali proyek kereta cepat itu.

Jalur rel kereta cepat akan memangkas waktu perjalanan antara Singapura dan Kuala Lumpur menjadi 90 menit. Jarak kedua lokasi tersebut kini membutuhkan waktu tempuh empat jam dengan menggunakan mobil. (Straits Times/Channel News Asia)

Berita ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Proyek Kereta Cepat Kuala Lumpur-Singapura Ditunda Dua Tahun

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help