1 Muharram 1440 Hijriah Beberapa Hari Lagi. Ini Puasa yang Dianjurkan di Bulan Muharram

Satu dari beberapa anjuran yang ditujukan tiap bulan Muharram adalah melaksanakan Puasa Sunnah Muharram

1 Muharram 1440 Hijriah Beberapa Hari Lagi. Ini Puasa yang Dianjurkan di Bulan Muharram
ilustrasi 

Para shahabat berkata: "Ya Rasulullah, sesungguhnya hari itu diagungkan oleh Yahudi." Maka beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Di tahun depan insya Allah kita akan berpuasa pada tanggal 9.", tetapi sebelum datang tahun depan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah wafat (HR. Muslim, Abu Daud, Thabary dalam Tahdzibul Atsar, Baihaqi dalam Al-Kubra dan As-Shugra, serta Syu’abul Iman dan Thabrabi dalam Al-Kabir)

Dalam riwayat lain : "Artinya : Jika aku masih hidup pada tahun depan, sungguh aku akan melaksanakan puasa pada hari kesembilan." (HR.Muslim, Ibnu Majah, Ahmad, Baihaqi, Ibnu Abi Syaibah dalam Mushanafnya, Thabrani dalam Al-Kabir, Thahawi, dan lain-lain)

Al-Hafidz Ibnu Hajar berkata (Fathul Baari) :"Keinginan beliau untuk berpuasa pada tanggal sembilan mengandung kemungkinan bahwa beliau tidak hanya berpuasa pada tanggal sembilan saja, namun juga ditambahkan pada hari kesepuluh.

Kemungkinan dimaksudkan untuk berhati-hati dan mungkin juga untuk menyelisihi kaum Yahudi dan Nashara, kemungkinan kedua inilah yang lebih kuat, yang itu ditunjukkan sebagian riwayat Muslim” "Artinya : Dari 'Atha', dia mendengar Ibnu Abbas berkata:"Selisihilan Yahudi, berpuasalah pada tanggal 9 dan 10”.

3. Berpuasa Dua Hari yaitu tanggal 9 dan 10 atau 10 dan 11 Muharram

"Berpuasalah pada hari Asyura dan selisihilah orang Yahudi, puasalah sehari sebelumnya atau sehari setelahnya” Hadits marfu' ini tidak shahih karena ada 3 illat (cacat):

Ibnu Abi Laila, lemah karena hafalannya buruk.

Dawud bin Ali bin Abdullah bin Abbas, bukan hujjah

Perawi sanad hadits tersebut secara mauquf lebih tsiqah dan lebih hafal daripada perawi jalan/sanad marfu'.

Jadi hadits di atas Shahih secara mauquf sebagaimana dalam as-Sunan al-Ma'tsurah karya As-Syafi'i dan Ibnu Jarir ath-Thabari dalam Tahdzibul Atsar Ibnu Rajab berkata: ”Dalam sebagian riwayat disebutkan atau sesudahnya maka kata atau di sini mungkin karena keraguan dari perawi atau memang menunjukkan kebolehan…."

Al-Hafidz berkata (Fathul Baari): "Dan ini adalah akhir perkara Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dahulu beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam suka menyocoki ahli kitab dalam hal yang tidak ada perintah, lebih-lebih bila hal itu menyelisihi orang-orang musyrik. Maka setelah Fathu Makkah dan Islam menjadi termahsyur, beliau suka menyelisihi ahli kitab sebagaimana dalam hadits shahih.

Maka ini (masalah puasa Asyura) termasuk dalam hal itu. Maka pertama kali beliau menyocoki ahli kitab dan berkata : "Kami lebih berhak atas Musa daripada kalian (Yahudi).", kemudian beliau menyukai menyelisihi ahli kitab, maka beliau menambah sehari sebelum atau sesudahnya untuk menyelisihi ahli kitab." Ar-Rafi'i berkata (at-Talhish al-Habir) :"Berdasarkan ini, seandainya tidak berpuasa pada tanggal 9 maka dianjurkan untuk berpuasa pada tanggal 11"

4. Berpuasa pada 10 Muharram saja

Al-Hafidz berkata (Fathul Baari) :"Puasa Asyura mempunyai 3 tingkatan, yang terendah berpuasa sehari saja, tingkatan diatasnya ditambah puasa pada tanggal 9, dan tingkatan diatasnya ditambah puasa pada tanggal 9 dan 11.

Adapun tata cara pelaksanaan puasa Asyura ini mirip dengan puasa yang lainnya seperti puasa Ramadan maupun puasa-puasa sunnah lainnya.

Hanya yang membedakan adalah pada niatnya saja.

Niat Puasa Tasu'a (9 Muharram)

نَوَيْتُ صَوْم تَاسُعَاء سُنَّة لله تَعَالى

Bahasa Indonesia: Nawaitu sauma tasu'a sunnatal lillahita'ala

Artinya: Saya niat puasa hari tasu'a, sunnah karena Allah ta'ala

Niat Puasa Asyura (10 Muharram)

نَوَيْتُ صَوْم عشرسُنَّة لله تَعَالى

Bahasa Indonesia: Nawaitu sauma Asyuro sunnatal lillahita'ala

Artinya: Saya niat puasa hari asyura , sunnah karena Allah ta’ala. (tribunjogja/berbagai sumber)

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul "Puasa Sunnah Muharram, Niat Asyura dan Kapan Melaksanakannya"
Editor: nandrson
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved