Depresiasi Rial Iran Seret Nilai Tukar Rupiah ke Atas Rp 14.900 per Dolar AS

Mata uang rial Iran sudah melemah cukup dalam tiga hari berturut-turut dan pelemahannya sudah mencapai 70% secara year-to-date

Depresiasi Rial Iran Seret Nilai Tukar Rupiah ke Atas Rp 14.900 per Dolar AS
THINKSTOCKS/FITRIYANTOANDI
Ilustrasi rupiah 

Dari dalam negeri, Juniman menilai, investor masih belum melihat dampak yang signifikan dari kebijakan-kebijakan pemerintah untuk mengurangi defisit transaksi berjalan (CAD).

"Selama ini kebijakan yang dikeluarkan lebih banyak yang bersifat medium-long term, seperti kebijakan B20, menggenjot ekspor atau menaikkan tarif pph barang konsumsi. Ini semua kebijakan yang membutuhkan waktu," ujar dia.

Bank Indonesia (BI) menyatakan nilai tukar rupiah yang saat ini merosot sudah keluar dari fundamentalnya.

“Betul bahwa rupiah ini tergantung juga dengan sentimen pasar, tetapi hitungan fundamentalnya harusnya tidak selemah ini,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo di Gedung DPR RI, Selasa (4/9).

Menurut Perry, pelemahan nilai tukar rupiah banyak dipengaruhi oleh sentimen negatif baik di luar negeri maupun dalam negeri.

Dari luar negeri, misalnya kenaikan Fed Fund Rate, tekanan dari Argentina dan Turki serta isu perang dagang serta krisis Iran.

Sementara dari domestik adalah pembelian valas oleh korporasi untuk impor yang masih besar.

Untuk sentimen yang datangnya dari dalam negeri, Perry mengimbau agar pelaku ekonomi dalam negeri tidak perlu menubruk dollar AS.

“Kami sampaikan ke importir dan korporasi yang butuhkan valas tidak perlu menubruk-nubruk. Kami sudah sediakan swap. Swap Jumat lalu, targetnya US$ 400 juta dan realisasinya US$ 850 juta. Kami juga di BI komitmen stabilkan rupiah dan meningkatkan intensitas intervensi kami,” jelasnya.

Asal tahu saja, untuk mencegah nilai tukar rupiah merosot lebih dalam, BI terus berada di pasar untuk menaikkan volume intervensi baik di pasar valas maupun di pasar SBN.

Halaman
123
Editor: Alfian Zainal
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help