Kondisi Darurat, Argentina Umumkan Penghematan Besar-besaran, Sejumlah Kementerian Ditutup

Argentina telah mengumumkan langkah-langkah penghematan dalam upaya untuk mengatasi "kondisi darurat" akibat krisis mata uang negara itu.

Kondisi Darurat, Argentina Umumkan Penghematan Besar-besaran, Sejumlah Kementerian Ditutup
navva.org
Warga Buenos Aeros melihat pergerakan mata uang pesso Argentina yang terus jatuh terhadap dolar AS. 

TRIBUNBATAM.id, BUENOS AIRES - Argentina telah mengumumkan langkah-langkah penghematan dalam upaya untuk mengatasi "kondisi darurat" akibat krisis mata uang negara itu.

Dalam pidato yang disiarkan televisi, Presiden Mauricio Macri mengatakan Argentina tidak dapat membelanjakan uang lebih dari pendapatan yang diperoleh.

Pajak ekspor sejumlah biji-bijian dan produk lainnya akan meningkat dan sekitar separuh dari kementerian akan dihapuskan.

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Argentina belum mengumumkan kementerian mana saja yang akan ditutup atau digabung.

Argentina adalah eksportir tepung kedelai dan minyak kedelai terbesar di dunia. Negara ini juga merupakan produsen besar jagung, gandum dan kedelai mentah.

Baca: Kopi, Cokelat dan Pakaian Masuk Dalam 900 Barang Impor yang Akan Dikekang Pemerintah

Mulai 1 Januari, ekspor utama itu akan dikenakan pajak empat peso untuk setiap dollarnya. Produk yang diproses akan dikenakan pajak tiga peso untuk setiap dollar.

Mengutip BBC, Menteri keuangan Argentina Nicolas Dujovne mengumumkan langkah-langkah untuk memangkas defisit anggaran negara tahun depan dalam upaya untuk menghentikan pelemahan peso.

Pemerintah berharap untuk mengurangi defisit ke level nol pada 2019.

Edward Glossop, ekonom Amerika Latin di Capital Economics, mengatakan kebijakan tersebut jauh dari harapan.

Dia mengkritik keputusan untuk dikenakannya kembali pajak ekspor. Menurutnya, kebijakan tersebut kembali ke kebijakan yang lebih intervensionis, seperti yang dilakukan oleh pendahulu Macri, Cristina Fernandez de Kirchner.

Halaman
12
Editor: Alfian Zainal
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help