Home »

Bisnis

» Makro

Kondisi Darurat, Argentina Umumkan Penghematan Besar-besaran, Sejumlah Kementerian Ditutup

Argentina telah mengumumkan langkah-langkah penghematan dalam upaya untuk mengatasi "kondisi darurat" akibat krisis mata uang negara itu.

Kondisi Darurat, Argentina Umumkan Penghematan Besar-besaran, Sejumlah Kementerian Ditutup
navva.org
Warga Buenos Aeros melihat pergerakan mata uang pesso Argentina yang terus jatuh terhadap dolar AS. 

"Kebijakan ini mengaburkan keputusan Presiden Macri untuk memotong pajak pertanian pada hari pertamanya dia menjabat pada Desember 2015 dan meliberalisasi pasar ekspor dan impor. Meningkatkan pajak ekspor sangat bertentangan dengan apa yang Presiden Macri perjuangkan dulu," tambahnya seperti yang dikutip dari BBC.

Seperti yang diketahui, nilai mata uang Argentina sudah terpangkas sekitar setengahnya tahun ini terhadap dollar AS, meskipun bank sentral negara tersebut sudah menaikkan suku bunga menjadi 60%.

Dujovne dikabarkan akan melakukan perjalanan ke Washington pada Selasa untuk bertemu pimpinan Badan Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde.

Pada Juni, Argentina dipaksa untuk mengambil pinjaman senilai US$ 50 miliar dari IMF. IMF merupakan sebuah organisasi yang masih sangat dibenci di negara itu, karena perannya dalam krisis ekonomi 2001 di Argentina.

Pemerintah mengatakan langkah itu diperlukan untuk meyakinkan investor internasional, setelah terjadi penurunan ekspor pertanian, kenaikan harga energi, dan penguatan dollar yang pada akhirnya mendorong banyak orang untuk menarik dana dari negara itu.

Tiba-tiba saja, pelemahan peso terjadi.

Tujuan Dujovne adalah untuk menyelesaikan kesepakatan yang akan mempercepat pembayaran IMF ke Argentina.

IMF telah meminta Argentina untuk mengatasi defisit fiskal yang besar - sebuah langkah yang bertujuan mengurangi pengeluaran pemerintah.

Argentina telah dilanda masalah ekonomi selama bertahun-tahun. Macri, yang terpilih tiga tahun lalu, berjanji untuk membalikkan tahun kebijakan proteksionisme yang dijalankan di bawah pemerintahan Fernandez.

Editor: Alfian Zainal
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help