Kopi, Cokelat dan Pakaian Masuk Dalam 900 Barang Impor yang Akan Dikekang Pemerintah

Barang-barang impor tertentu akan dikenakan pajak impor antara 2,5 persen hingga 10 persen, di atas bea impor, bahkan ada yang mencapai 150 persen

Kopi, Cokelat dan Pakaian Masuk Dalam 900 Barang Impor yang Akan Dikekang Pemerintah
KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati 

Gejolak mata uang ini melanda hampir seluruh dunia, terutama netgara-negara emerging market, dampak semakin memburuknya perang dagang yang dilancarkan Donald Trump terhadap China.

Ekonom Maybank Indonesia Juniman, menjelaskan, kurs rupiah semakin terseret pada perdagangan hari ini akibat jatuhnya mata uang rial Iran terhadap dollar AS.

"Mata uang rial Iran sudah melemah cukup dalam tiga hari berturut-turut dan pelemahannya sudah mencapai 70% secara year-to-date," kata Juniman, seperti dilansir KONTAN.

Sri Mulyani mengatakan, pemerintah juga akan meneliti transaksi valuta asing untuk mengekang spekulasi untuk membatasi volatilitas mata uang bersama dengan beberapa langkah yang diambil Bank Indonesia.

Defisit neraca transaksi yang saat ini sebesar 3 persen dari produk domestik bruto dan kepemilikan asing sekitar 40 persen obligasi pemerintah telah menyebabkan Indonesia terpapar dengan aksi jual yang menyapu seluruh pasar negara berkembang ketika suku bunga AS naik.

Kenaikan suku bunga empat basios poin yang dilakukan Bank Indonesia sejak bulan Mei serta intervensi pasar langsung telah gagal menahan penurunan mata uang.

Rupiah mencapai titik terlemahnya dalam tiga tahun pada 31 Agustus dan minggu ini telah mencapai titik terendah dalam 20 tahun.

Rupiah kehilangan sebanyak 0,6 persen menjadi 14.902 pada hari Selasa, terendah sejak Juli 1998. Indeks Komposit Jakarta mundur 0,7 persen.

Sri Mulyani mengatakan pada hari Senin bahwa sebuah studi yang dilakukan oleh Badan Kebijakan Fiskal Indonesia, atau BKF, telah menemukan dampak terhadap inflasi dari rencana akan minimal.

Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved