Preman Garang Tagih Pungli, Menangis saat Ditangkap Polisi

Saat ditangkap, Jupri yang awalnya sangar saat menagih pungli, malah merengek minta ampun kepada polisi.

Preman Garang Tagih Pungli, Menangis saat Ditangkap Polisi
(TRIBUN MEDAN / HO)
Jupri (kanan) dan anak buahnya (kiri), dua preman yang diciduk Tim Pegasus lantaran memalak minimarket di Jalan Setiabudi, Tanjungsari, Medan Selayang, saat berada di ruang penyidik Reskrimum Polda Sumut 

TRIBUNBATAM.id - Jupri (30) dan anak buahnya tak lagi garang saat Tim Pegasus menangkap-basah mereka menarik uang Pungutan Liar (Pungli) dari sebuah minimarket di Simpang Pemda, Jalan Setiabudi, Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Medan Selayang, Sumatera Utara, Senin (3/9/2018) sore.

Saat ditangkap, Jupri yang awalnya sangar saat menagih pungli, malah merengek minta ampun kepada polisi.

"Jupri yang badannya tinggi dan berkaos warna biru. Menangis dia kemarin sewaktu akan diangkut polisi. Minta-minta ampun. Enggak mau dia dipenjara katanya. Padahal dia udah pernah bunuh orang," ucap seorang karyawan minimarket tersebut, yang enggan mengungkapkan namanya kepada Tribun Medan, Selasa (4/9/2018) sore.

Beberapa jam sebelum dicokok Tim Pegasus, Jupri telah mendatangi minimarket tersebut beserta tiga orang anggotanya untuk menagih uang sebesar Rp600 ribu.

Ia mengungkapkan, komplotan Jupri dkk selalu menyebut nama organisasi tertentu saat memalak sejumlah uang kepada mereka. Besarannya mulai dari Rp400 ribu sampai Rp600 ribu.

"Udah sering mereka minta uang di daerah sini. Bukan hanya minimarket ini saja yang mereka kutip, tetapi minimarket lain yang sekitar sini juga. Katanya sih, uang SPSI (salah satu organisasi buruh)," ujarnya.

Jupri berdalih kepada mereka, kutipan uang tersebut sudah disetujui oleh atasan mereka (pengusaha minimarket).

Kawanan Jupri dkk tak segan-segan menodong senjata tajam saat memalak.

"Enggak tentu jumlahnya, dan enggak tentu juga waktunya. Suka-suka hati orang itu saja. Pernah mereka datang hanya dalam selang tiga hari. Walau organisasinya sama, tetapi karena orang yang mengutip beda, jadi yang datang belakangan tetap memaksa harus dibayarkan," ungkapnya.

"Kemarin yang mereka datang sebelum ditangkap polisi, bawa pisau orang itu," tambahnya.

Halaman
12
Editor: Agus Tri Harsanto
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help