Objek Wisata Instagramable di Kepri

Wisata Kampung Terih, Bisa Menikmati Suasana Hutan Mangrove (Bakau) dengan Sampan

Kampung Terih terletak di Nongsa, pengunjung akan terpuaskan dari pemandangan dan keindahan yang ada di kampung ini

Wisata Kampung Terih, Bisa Menikmati Suasana Hutan Mangrove (Bakau) dengan Sampan
TRIBUNBATAM.id/ARGIANTO DA NUGRAHA
Menelusuri kawasan hutan mangrove (bakau) di objek wisata Kampung Terih 

Di tambah dengan tulisan kampung terih dari kayu di tengah pantai, membuat laut semakin terlihat cantik, terutama ketika sore hari.

Untuk yang senang kemping, Anda bisa melakukan aktifitas outdoor itu di sana.

Anda cukup meminjam tenda jika memang tidak mempunyainya. Pengunjung akan merasakan sensasi kemping di atas permukaan air, tepatnya di pantai.

Bertenda di atas kayu-kayu yang dibuat terapung, tentu akan merasakan buaian gelombang laut, ditemani suara percikan air laut serta desiran angin yang menenangkan.

Suasana bertenda apung ini, semakin terasa nikmat saat suasana malam hari.

Sambil melihat lampu-lampu yang memancar dari deretan gedung-gedung di Batam Centre.

"Tenda bisa dibawa sendiri, tapi kami juga menyediakan penyewaan tenda bagi yang ingin kemping di sekitar pinggir pantai atau kemping terapung," ujar Bams yang juga pengelola disana.

Tidak hanya kemping terapung, tetapi juga bisa merasakan sesuatu yang berbeda dari ayunan.

Jika ayunan biasanya hanya papan menggantung dan bisa berayun, di desa wisata kampung terih pengunjung akan merasakan perahu berayun.

Perahu ini sengaja dibuat berayun saat duduk di atasnya. Berada dekat dengan pantai tidak heran saat air pasang, perahu seolah-olah terapung di atas airnya.

Setelah lelah berkeliling, Anda tidak perlu khawatir kehausan karena di kampung Terih ada penjual makanan dan minuman yang cukup lengkap.

Saat weekend, bisa merasakan aneka makanan dari olahan seafood laut dengan harga terjangkau.

Pengunjung bisa merasakan makanan khas dari masakan warga sekitar, dan yang terkenal di kampung terih ini adalah ketamnya.

Tapi jika ingin makan ketam, harus konfirmasi terlebih dahulu, agar nelayan bisa mempersiapkan ketamnya. Karena ketam disediakan masih dalam kondisi fresh.

Kampung Terih
Kampung Terih (TRIBUNBATAM/MONA ANDRIANI)

“Kampung Terih juga didukung beberapa resort di Nongsa Batam karena menawarakan suasana yang berbeda.

Bahkan ada wisman dari Belanda yang mancing di Kampung Terih, katanya Indonesia beautiful," ujar Nunung saat bercerita kepada Tribun.

Beberapa hari yang lalu, Kampung Terih juga kedatangan tamu dari Bank Indonesia. Kegiatan yang dilakukan mulai dari penanaman bakau, bersih bersih, hingga pelepasan penyu.

Selain itu BI juga menyerahkan bantuan kepada Kampung Terih secara simbolis.

"Kedepan akan ada pembangunan konter lapak souvenir khas Kampung Terih yang berhubungan dengan Kampung Terih. Konter lapak ini akan mencoba menggandeng ibu ibu disini untuk membuatnya dan dibantu juga sama Genpi. Awal bulan september minggu ke dua diharapkan sudah selesai. Lalu mou dengan travel Bali untuk masukin wisman dari Tiongkok. Rangkaiannya dari tari persembahan, keliling hutan mangrove, hingga hiburan tari kreasi," ujarnya.

Menyimpan Cerita Sejarah dan Religi

Desa wisata Kampung Terih juga mempunyai cerita sejarah, religi, hingga asal muasal nama kampung terih.

Berdasarkan cerita dari Nunung, pengelola Kampung Terih mengatakan bahwa terih diambil dari bahasa melayu yang artinya kerikil.

Batu yang ada di pinggir pantainya memang terdapat batu terih tersebut. Oleh karena itulah disebut sebagai kampung Terih.

Kampung terih juga mempunyai cerita sejarah di dalamnya.

Kampung Terih yang hanya terdiri dari 34 KK ini, ternyata dulu adalah tempat atau gudang tempat meletakan senjata-senjata perang Jepang saat perang dunia kedua.

Kampung Terih
Kampung Terih (TRIBUNBATAM/MONA ANDRIANI)

"Itu masih ada batu-batunya. Dan bukan disini saja. Tetapi dibelakang dekat rumah warga juga ada. Dan ini diketahui dari cerita orang sudah lama tinggal di kampung Terih ini," kata Bams.

Selain bisa mengetahui wisata sejarah, pengunjung juga bisa wisata religi, karena terdapat makam tua yang terletak tidak jauh dari masjid di kampung terih.

Diketahui bahwa makam tersebut adalah makam tertua kedua di Batam setelah makam di Tanjung Uma dan bedanya sekitar tiga tahun.

Dari cerita warga sekitar Nongsa, bahwa makam tersebut adalah makam Datuk Ternate atau makam Datuk Janati.

Di sekitar makam Datuk Ternate tersebut, juga terdapat tiga makam yang berukuran kecil.

Kampung terih
Kampung terih (ISTIMEWA)

Dari cerita warga pula bahwa makam tersebut adalah makam putri-putri, putri yang dinamakan pula sebuah pulau di pulau terluar di Nongsa.

Warga Kampung Terih awalnya bermukim di Pulau yang letaknya di depan Kampung Terih yaitu Pulau Kampung Berteduh.

Tetapi sekitar tahun 70an, mereka pun mulai pindah dari pulau tersebut dan memilih tinggal di Kampung Terih, agar anak anaknya mudah untuk pergi ke sekolah. Dan sekarang Warga Kampung Terih berjumlah 34 KK.(andriani)

Penulis: Andriani Mona
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved