Kementerian Kelautan dan Perikanan Jadikan Anambas Sentra Perikanan Terpadu, Ini Manfaatnya

Anambas masuk dalam kabupaten sentra kelautan dan perikanan terpadu. Begini manfaatnya

Kementerian Kelautan dan Perikanan Jadikan Anambas Sentra Perikanan Terpadu, Ini Manfaatnya
Tribunbatam/Septyan Mulia Rohman
Ikan Napoleon atau yang akrab disapa Ketipas oleh masyarakat Anambas. Anambas menjadi satu dari puluhan kabupaten yang ditetapkan menjadi Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan. Foto ilustrasi 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS-Anambas masuk dalam kabupaten sentra kelautan dan perikanan terpadu.

Kepala Dinas Perikanan Pertanian dan Pangan Anambas, Effi Sjuhairi mengatakan, penetapan lokasinya di pulau-pulau kecil dan kawasan perbatasan sesuai keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan bernomor 51/KEPMEN-kP/2016.

Selain Anambas, terdapat 19 kabupaten lainnya, termasuk Natuna.

Baca: BREAKINGNEWS: Hotel Goodway Batam Tak Beroperasi Sejak 21 Agustus, Ini Penjelasan Kadisnaker

Baca: Bupati Bintan Blak-blakan, Ada 448 Pejabat di Pemkab Belum Laporkan Kekayaan. Ada Apa?

Baca: Inilah Alasan Tim Nanggala, Intelijen Tempur Kopassus Sering Gunakan ‘Nama Wanita’ Sebagai Kode

Baca: Hampir Sebulan Berdinas di Kepri, Kapolda Mengaku Kepincut Kuliner Khas Melayu

"Ini yang menjadi fokus kami. Ada dua puluh kabupaten yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan Perikanan," ujarnya Rabu (5/9/2018).

Ditemui di ruang kerjanya, sejumlah lokasi termasuk Kecamatan Siantan Tengah yang menjadi fokus dalam merealisasikan sentra kelautan dan perikanan terpadu.

Menurutnya, penetapan Anambas menjadi lokasi sentra keluatan dan perikanan terpadu memberikan keuntungan baik dari sisi masterplan maupun maket bisnis dalam sisi perikanan kelautan menjadi tanggungjawab Pemerintah Pusat.

Ikan Napoleon atau yang akrab disapa Ketipas oleh masyarakat Anambas. Anambas menjadi satu dari puluhan kabupaten yang ditetapkan menjadi Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan. Foto ilustrasi
Ikan Napoleon atau yang akrab disapa Ketipas oleh masyarakat Anambas. Anambas menjadi satu dari puluhan kabupaten yang ditetapkan menjadi Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan. Foto ilustrasi (Tribunbatam/Septyan Mulia Rohman)

"Sehingga, perhatian Pemerintah Pusat khususnya dalam sektor perikanan dapat lebih optimal khususnya dari sisi percepatan pembangunan. Diharapkan kedepan, dari sektor perikanan ini dapat memberikan kontribusi ke daerah," bebernya.

‎Secara konspetual, sentra kelautan dan perikanan terpadu terdiri dari empat komponen pokok.

Mulai dari pembangunan dan pengembangan sarana dan prasarana, pengembangan kelembagaan, pengembangan bisnis kelautan dan perikanan, serta pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan berkelanjutan.

Pada tingkat kabupaten, Bupati maupun Walikota membentuk tim kerja SPKT tingkat kabupaten/kota yang terdiri dari unsur dinas yang membidangi urusan kelautan dan perikanan, OPD terkait dan sejumlah staeholder terkait lainnya.

"Pelaksana kabupaten/kota SPKT mempunyai tugas salahsatunya membantu Pokja dalam melakukan survei identifikasi kebutuhan pembangunan sarana dan prasarana bidang kelautan dan perikanan di lokasi masing-masing,

guna pelaksanaan percepatan pembangunan kawasan kelautan dan perikanan terintegrasi di pulau-pulau kecil.

Termasuk melaporkan kendala dan permasalahan pelaksanaan kegiatan SPKT pada masing-masing SPKT kepada pelaksana pusat," ungkapnya. (*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved