Rupiah Anjlok, Pemerintah Keluarkan Aturan Pajak 900 Barang Impor Selasa Ini, Termasuk Mobil

Dalam revisi beleid tersebut, pemerintah mengenakan tarif baru Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 Impor pada 900 komoditas barang impor konsumsi.

Rupiah Anjlok, Pemerintah Keluarkan Aturan Pajak 900 Barang Impor Selasa Ini, Termasuk Mobil
TRIBUNBATAM.id
Pergerakan kurs Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat terus melemah. 

TRIBUNBATAM.id,  JAKARTA -Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah akan mengeluarkan revisi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34 Tahun 2017 tentang Pemungutan Pajak Penghasilan Barang Impor, esok hari.

Dalam revisi beleid tersebut, pemerintah mengenakan tarif baru Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 Impor pada 900 komoditas barang impor konsumsi.

Hal ini untuk merespon nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang anjlok. Langkah ini guna memperkecil current account deficit (CAD).

Nilai tukar rupiah sempat menyentuh Rp 14.897 per dollar AS berdasarkan data Reuters.

Nilai tukar sedalam ini pernah tercapai di perdagangan intrahari rupiah pada September 2015. 

Bahkan sejumlah bank sudah menjual rupiah Rp 15 ribu per dolar AS.

Baca: Rupiah Tembus Rp 15.029 per Dollar AS

Baca: Rupiah Melemah, Gimana Harga BBM Subsidi?

Baca: Kopi, Cokelat dan Pakaian Masuk Dalam 900 Barang Impor yang Akan Dikekang Pemerintah

"Langkah yang dilakukan pemerintah ini untuk menangani permasalahan yang berasal dari neracaa pembayaran. Kami lakukan dengan lamgkah-langkah yang besok pagi akan lakukan penerbitan PMK dalam rangka atur impor barang konsumsi," ujar Sri Mulyani di DPR RI, Jakarta, Selasa (4/9/2018).

Ia menyebutkan, peningkatan laju impor barang konsumsi hingga Agustus lalu sebesar 50% sudah mengkhawatirkan bagi nilai tukar.

"Jadi kami akan mengeluarkan PMK besok pagi yang detailkan sekitar 900 HS code dari barang-barang komoditas impor barang konsumsi, terutama yang nilai tambah dalam negeri tidak besar tapi menggerus devisa kita," kata dia.

Namun demikian, Sri Mulyani menegaskan, di sisi lain pemerintah akan tetap menjaga kebutuhan devisa dalam negeri. "Sehingga sektor usaha yang masih membutuhkan barang-barang bahan baku dan batang modal tertentu bisa dijaga," ucapnya.

Asal tahu saja, dalam PMK 34/2017, beberapa barang impor konsumsi dikenakan tarif PPh Impor mulai 2,5% hingga 10%.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto mengungkapkan bahwa pemerintah akan mematok tarif pajak penghasilan (PPh) impor sampai 10% untuk produk hilir. 

Sedangkan, untuk komoditas bahan baku dikenakan tarif sebesar 2,5%.

Bloomberg menyebutkan, sejumlah komoditi yang masuk dalam daftar 900 tersebut termasuk kopi, cokelat, caviar, pasta, hingga kendaraan bermotor.

Editor: Alfian Zainal
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help