BATAM TERINI

Sidang Perdana 6 Terdakwa Tarian Erotis Digelar Tertutup, Ini yang Diungkapkan Penasihat Hukum

Dalam keterangan saksi itu mencerita bagaimana memesan tiga penari dari Morena Pub. Bahkan saat itu klain saya hanya mendapatkan laporan saja

Sidang Perdana 6 Terdakwa Tarian Erotis Digelar Tertutup, Ini yang Diungkapkan Penasihat Hukum
tribun batam
Risman R Siregar, penasihat hukum tersangka tarian erotis. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM-Sidang enam tedakawa perkara ponografi dalam kasus tarian erotis digelar tertutup di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Rabu (5/9/2018).

Enam orang terdakwa itu masing-masing Aksa Kirana, Haryono Mulyono alias Bang Mul, Angga Syahbana Putra, Noppy Putri Lestary alias Ulan, Ratna Sari alias Nana dan Hesturina alias Rina.

Sidang itu sendiri dipimpin Muhammad Candra dengan anggota Majelis Hakim masing-masing Redite Ika Septina dan Hera Polosia Destiny. Sedangkan JPU Romandang Manurung. Sementara Angga Syahbana Putra hadir diampingi penasihat hukum (PH) Bangun Simamora dan Risman R Siregar. Semetara lima terdakwa hadir sendiri tanpa didampingi PH.

"Sidang tadi pembacacan dakwaan terhadap semua terdakwa dalam perkara ini. Karena tidak ada eksepsi Majelis Hakim langsung melanjutkan sidang dengan agenda pemeriksaan saksi pelapor," kata Risman R Siregar salah satu PH terdawka Angga Syahbana Putra.

Dari keterangan saksi itu, menerangkan awal rencana kegiatan yang dilakukan oleh kedua organisiasi masing-masing Penjaga Marwah Rudi (PMR) dan Club motor NVLF BP-Batam.

"Dalam keterangan saksi itu mencerita bagaimana memesan tiga penari dari Morena Pub. Bahkan saat itu klain saya hanya mendapatkan laporan bahwa akan ada tiga penari yang akan menyemarakkan dua kegiatan tersebut di Dataran Engku Putri. Namun klain saya meminta untuk mengenakan pakain sopan dan harus mamakai kebaya," kata Risman.

Menurutnya, dalam sidang tertutup itu, pertanyaan yang dilontarakan majelis hakim, JPU dan penasihat hukum terkait peran masing-masing tedakwa. Dari sini kata Risman bisa diketahui, awal masalah hingga adanya tarian dengan pakaian yang kurang sopan.

"Nanti bisa dibuktikan dalam sidang selanjutnya dengan mendengar keterangan saksi lainnya," katanya.

Baca: Kurs Rupiah Anjlok, Tagar #RupiahLongsorJokowiLengser Trending Topic di Twitter

Baca: Tiga Siswi SMP Tewas Tenggelam di Danau Toba, Ini Identitasnya

Baca: Valentino Rossi Bikin Geng Motor di MotoGP 2019, Tiga Muridnya Masuk Tim Kuat. Ini Daftarnya

Sementara dalam dakwaan JPU, menerangkan perkara tersebut berawal pada 13 Februari 2018, saat terdakwa Angga Syahbana Putra mengajak saksi Rizki Artha Nauli bertemu dengan terdakwa Aksa Kirana di Tiban Kampung melalui grub Chat Aniv untuk pembahasan perihal 3rd Aniversary NVLF BP-Batam (plat motor batam) dan pelantikan Penjaga Marwah Rudi(PMR) .

Selanjutnya pada 15 Februari 2018 saksi Rizki Artha Nauli di hubungi oleh terdakwa Angga untuk bertemu di Ruko Grenland. Pada saat pertemuan tersebut dihadiri oleh terdakwa Aksa Kirana dan terdakwa Hariyono dan saksi Hendri Tan. Kemudian oleh terdakwa Aksa Kirana meminta bantuan saksi Rizki Artha Nauli untuk menyalin ke dalam komputer perincian anggaran pembiayaan kebutuhan untuk pelantikan DPP PMR dan susunan acara.

"Pada 16 Pebruari 2018 ditunjuk terdakwa Angga sebagai Ketua Panitia acara 3rd Aniversary NVLF BP-Batam dan terdakwa Haryono Mulyono sebagai Ketua Panitia Pelantikan PMR. Kedua acara tersebut pada hari yang bersama dan ditunjuk terdakwa Aksa Kirana sebagai penangungjawab kedua acara tersebut," kata Risman membacakan kembali dakwaan JPU usai sidang.

Selanjunya, pada 25 Februari 2018 kembali diadakan pertemuan anggota Club motor NVLF BP-Batam dengan anggota PMR di Posko PMR di Tiban Kampung untuk membicarakan perihal permohonan izin lokasi yang juga dihadiri oleh terdakwa Aksa Kirana dan terdakwa Angga Syahbana Putra.

Pada saat pertemuan tersebut terdakwa Aksa Kirana meminta Club Motor NVLF BP-Batam untuk menjadi pengurus DPP-PMR serta menunjuk saksi Rizki Artha Nauli sebagai Sekretaris DPP-PMR.

Kemudian pada pertemuan tersebut dibahas tentang acara yang akan di adakan bersama dengan tema Pesta Rakyat 3S (Silaturahmi ,Saudara, Selamanya). selanjutnya pada 28 Pebruari 2018 pengurus DPP–PMR dan Club Motor NVLF BT-Batam kembali mengadakan pertemuan dan disepakati adanya acara Sexy Carwash and Bike.

"Dalam dakwaan itu tidak menyebutkan klain saya yang menyuruh adanya penari Sexy Car Wash and Bike. Padalah Angga hanya diberi tahu adanya sesi Sexy Car Wash and Bike saat acara itu. Bahkan klian saya meminta untuk memakai pakain yang sopan saat itu. Tapi saat acara berlangsung saran Angga tidak diindahkan," katanya. (bur)

Penulis: Zabur Anjasfianto
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved