Tarif Sewa Palapa Ring Barat Ditetapkan Minggu Depan, Wilayahnya Termasuk Sumatera

Skema tarif untuk infrastruktur Palapa Ring Barat bakal ditetapkan pekan depan

Tarif Sewa Palapa Ring Barat Ditetapkan Minggu Depan, Wilayahnya Termasuk Sumatera
KOMPAS.com/Gito Yudha Pratomo
Peta pembagian proyek Palapa Ring Barat, Tengah, dan Timur 

TRIBUNBATAM.ID, JAKARTA-Skema tarif untuk infrastruktur Palapa Ring Barat bakal ditetapkan pekan depan.

Hal tersebut diungkap Direktur Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika (BAKTI), Anang Latif, Selasa (4/9/2018), usai Rapat Kerja Komisi 1 DPR RI dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

"Minggu depan skema tarifnya sudah ada. Nanti mulai komersilnya bulan depan," kata Anang, di Komplek DPR/MPR Senayan, Jakarta.

Baca: Pernah Ke Bulan, Frank Borman Mengaku Benci Luar Angkasa. Ini Alasannya

Baca: Penyakit Asam Urat Dapat Disembuhkan Total? Begini Jawaban Ahlinya

Baca: Inilah 5 Tentara Terkuat yang Pernah Ada di Dunia, Tentara Mongol dan Turki Masuk

Baca: Buat Kesehatan Ginjal, Inilah 5 Sayuran Wajib Konsumsi Rutin. Ada Bawang Putih dan Kubis

Menurut Anang, tarif pemakaian infrastruktur yang ditetapkan nantinya bisa lebih murah 50 persen dibandingkan harga normal.

Hal ini dikarenakan proyek Palapa Ring memang bukan untuk mencari keuntungan bisnis, tetapi memberikan akses internet yang merata hingga ke daerah-daerah terpencil.

"Menkominfo sebenarnya maunya ini gratis, tetapi hal itu tidak memungkinkan. Makanya kami cari rumusannya supaya industri berminat membangun jaringan di daerah-daerah pelosok," ia menjelaskan.

Ada beberapa faktor yang dipertimbangkan dalam menghitung skema tarif. Antara lain adalah harga pasar di lokasi terkait dan jumlah pemain yang berminat.

Dalam skema komersil, semakin banyak pemain yang menggelar jaringan maka harganya semakin murah karena lebih efisien.

Dalam skema Palapa Ring justru terbalik, di mana semakin banyak pemain yang berminat, maka semakin kecil diskon yang diberikan.

"Misalnya di satu daerah yang berminat cuma satu pemain, diskonnya bisa 50 persen dari harga pasar normal. Kalau dua pemain, diskonnya makin sedikit jadi 30 persen. Ini karena semakin banyak pemain menunjukkan ada potensi ekonomi di lokasi itu," Anang menjelaskan.

Halaman
12
Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved