BATAM TERKINI

Terkait Kematian Ahong, Polisi Sebut Lari dan Lompat saat Dilakukan Interogasi

Sampai terjadi lah peristiwa itu saat dalam proses interogasi. AH lari dari kamar hotel, dan langsung loncat," katanya kepada sejumlah wartawan.

Terkait Kematian Ahong, Polisi Sebut Lari dan Lompat saat Dilakukan Interogasi
tribunbatam/leo halawa
Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Erlangga 

TRIBUNBATAM.id, BATAM-Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto melalui Kabid Humas, Kombes Pol Erlangga menyampaikan, AH (Chi Hok alias Ahong) loncat dari lantai hotel saat mencoba melarikan diri usai dilakukan pengembangan.

Disampaikanya, AH adalah pengendali Narkoba atas pengembangan pengungkapan kasus narkoba yang terjadi di Tanggerang , Kendari, serta Sulawesi.

"Dari hasil pengembangan itu, tim dari Direktorat IV Bareskrim Polri menemukan keberadaan pengendali ini di Tanjungpinang," katanya, Rabu (05/9/2019).

Usai dilakukan penangkapan kata Erlangga, AH langsung dibawa ke Kota Batam serta dilakukan pengembangan.

"Sampai terjadi lah peristiwa itu saat dalam proses interogasi. AH lari dari kamar hotel, dan langsung loncat," katanya kepada sejumlah wartawan.

Perihal keluarga AH membuat laporan ke Propam Polda atas dugaan kelasahan prosedur penanganan, Erlangga menyebutkan itu hak dari warga negara Indonesia (WNI) dan sah-sah saja.

"Laporan itu sedang di tindak lanjuti. Informasi yang saya dapat hari ini juga dilakukan otopsi jenazah," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, mendapatkan kabar meninggalnya salah satu keluarga korban. Kelurga Tidak menerima dengan kematian kakaknya. Budi adik korban ini membuat pengaduan Ke Propam Polda Kepri. Pasalnya, Cai hok alias Ahong tewas setelah dijemput oleh Tim dari Mabes Polri.

Budi keluarga Korban yang ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri mengatakan, saat Ahong diambil di rumahnya, Polisi yang mengaku dari Mabes Polri ini tidak memberikan surat penangkapan. Ia hanya mengatakan kalau Ahong terlibat dalam jaringan narkoba.

"Dia (polisi) menjemput Kakak saya tanggal 31 Agustus 2018 lalu sekitar pukul 17.00 Wib. Kemudian kami lost kontak dengannya," sebutnya, Senin (3/9/2019).

Baca: Terkait Kematian Ahong, Keluarga Bawa Jenazah untuk di Kremasi, Budi Sayangakan Sikap Polisi

Baca: Dijemput Polisi Masih Sehat, Lalu Dikabarkan Tewas Terjun dari Hotel. Budi Langsung Lapor ke Propam

Baca: Keluarga Tidak Terima Kematian Ahong. Budi : Kami Tidak Boleh Foto Jenazah Kakak Saya

Kemudian tiga hari kemudian, Ia diberitahu ketua RT Setempat untuk pergi ke RS Bhayangkara melihat abangnya. Alangkah kagetnya Budi, ia bertemu dengan sang kakak dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

"Kata polisi dia itu loncat dari lantai delapan Hotel Harmoni Jodoh. Katanya dia mau melarikan diri, dan kami rasa itu tidak mungkin," sebut Budi.

Budi dan keluarganya yang lain tidak terima karena saat di ambil dari rumah, Ahong masih sehat dan tentunya masih bernafas. Selain itu, Polisi juga tidak menemukam barang bukti di rumahnya.

"Kalau cerita yang saya dapat, malam itu abang saya ini di inapkan di Hotel Harmoni untuk pengembangan. Kemudian dia disuruh untuk menghubungi Bandar. Disana abang saya loncat. Saya gak percaya, gak mungkin pengawasan Polisi lemah seperti itu," tambah Budi. (dra)

Penulis: Endra Kaputra
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help