Hotel Tak Biasa di Bekas Galian Tambang akan Dibuka. Mau Coba Sensasinya?

Tren membuat bangunan bawah tanah sepertinya sedang mewabah. Tak hanya rumah, hotel pun kini juga mengikuti gaya ini

Hotel Tak Biasa di Bekas Galian Tambang akan Dibuka. Mau Coba Sensasinya?
(www.ihg.com)
Hotel ini berada di lahan seluas lebih dari 5.600 meter persegi dan dilengkapi dengan 336 ruang kamar. 

TRIBUNBATAM.id - Tren membuat bangunan bawah tanah sepertinya sedang mewabah. Tak hanya rumah, hotel pun kini juga mengikuti gaya ini.

Setelah satu dekade pembangunan, pembukaan perdana hotel Shimao Wonderland InterContinetal di China akan dilaksanakan pada Oktober tahun 2018.

Pembangunan hotel ini awalnya penuh kontroversi karena tempatnya yang tidak biasa, yakni di lubang bekas galian tambang yang telah terbengkalai.

Penginapan ini berada di antara Sheshan Mountain Range, Sheshan National Forest Park, dan Chenshan Botanic Garden, tepatnya di sebelah barat daya Kota Shanghai.

Hotel ini berada di bekas galian tambang yang terbengkalai. (www.ihg.com)

Shimao Wonderland InterContinetal Hotel berada di lahan seluas lebih dari 5.600 meter persegi dan dilengkapi dengan 336 ruang kamar.

Hotel ini dirancang oleh firma arsitektur asal Ingris, Atkins. Firma ini berada di balilk pembangunan Burj Al Arab Hotel di Dubai.

Pembangunanya membutuhkan lebih dari 5.000 pekerja selama pembangunan. Hotel ini memiliki total 18 lantai, dengan 16 lantai berada di bawah tanah.

Sementara dua lainnya berada di atas tanah dengan ketinggian 10 meter.

Selain itu, wisatawan juga akan dimanjakan dengan balkon yang memperlihatkan pemandangan air terjun buatan.

Namun perlu digarisbawahi, balkon ini hanya ada di dua lantai teratas hotel.

Hotel ini dirancang oleh firma arsitektur asal Ingris, Atkins.(www.ihg.com)

Untuk para pecinta adrenalin, hotel ini menawarkan atraksi bungee jumping di dalam lubang terjal hotel.

Dinding lubang ini juga bisa dimanfatkan untuk kegiatan panjat tebing. Rancangan hotel yang berada di dalam lubang galian bertujuan untuk mengurangi dampak akibat konstruksi.

Selain itu, tempat ini juga memanfaatkan energi dari panas bumi dan cahaya matahari dalam kegiatan operasionalnya.

Atap hotel diberi tanaman hijau, sehingga wisatawan dan tamu yang menginap dapat menikmati pemandangan sekitar.

Namun sayang, belum ada banyak informasi rinci mengenai fasilitas yang akan disediakan oleh pihak hotel.(*)

Editor: Agus Tri Harsanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help