Sebaiknya Anda Tahu

Inilah Kisah Tong Sampah yang Tak Pernah Digeser, Tempat Informasi Intelijen Saat Perang Dunia

Banyak peristiwa aneh yang terjadi dalam bulan Agustus 1945 setelah tersiar berita bahwa PD II selesai. Antara lain yang terjadi di daerah Aceh

Inilah Kisah Tong Sampah yang Tak Pernah Digeser, Tempat Informasi Intelijen Saat Perang Dunia
via intisarionline
Ilustrasi 

Jika semua tentara Jepang berkumpul untuk menunggu diangkut pulang ke Jepang, maka ia sebaliknya menggabungkan diri dengan pihak Sekutu yang akan datang menjemputnya.

Sebagai spion ia selaiu menerima instruksi-instruksi dari atasannya pihak Sekutu dimarkas Colombo, Ceylon. Sebaliknja ia selaiu mengirimkan informasi-informasi ke kota itu. Bagimana caranya bekerja? Mudah sekali, berkat kemajuan teknik.

Ia memperlihatkan jam tangan yang dipakainya. Bentuknya biasa saja seperti lazimnya bentuk jam tangan. Hanya didalamnya terdapat batere yang kecil sekali beserta alat-alat sangat halus lainnya, disamping mekanik jam itu sendiri.

Batere tersebut bertugas untuk melayani pesawat pemancar dan pesawat penerima yang halus dan berada di dalam jam itu juga.

Seperti biasanya, alat pemutar jam kalau ditarik keluar adalah untuk memutar jarum. Tetapi jika ditarik keluar lebih jauh lagi, maka bekerjalah pesawat pemancar. Akhirnya jika sekali lagi ditarik lebih jauh bekerjalah pesawat penerima.

Pada waktu-waktu tertentu setiap hari ia harus berhubungan dengan markas Sekutu di Colombo. Sambil bekerja dikantornya sekaligus ia dapat bekerja mengirimkan informasi-infromasi dan menerima instrusi-instruksi.

Pengiriman berita sudah tentu sama sekali tidak kentara karena kelihatannnya seakan-akan ia sedang memutar jam. Dan kalau ia sedang menerima berita, nampaknja seperti seseorang yang sedang memikirkan sesuatu. Jadi tidak mencurigakan.

Tangan kanan menulis sedang siku tangan kiri diatas meja dan jari-jari memegang kepala lekat telinga. Dengan demikian suara bisik-bisik dari pesawat penerima dapat didengarnya.

Lain pula cerita tentang seorang spion, dari phak Sekutu juga, yang bekerja sebagai pesuruh di markas kesatuan tentara Jepang didaerah Lho 'Ngadra kira-kira 14 kilometer dari Kutaraja.

Tiga tahua lamanja ia bekerja disitu sebagai pesuruh hingga saat pihak Jepang menyerah.

Halaman
123
Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved