TANJUNGPINANG TERKINI

Kasus Nasihan, Hakim Vonis Terdakwa 10 Tahun, 6 Bulan Penjara. Ini Pertimbangan Hakim

Vonis majelis hakim ini lebih ringan dua tahun dibanding tuntutan jaksa Kejati Kepri selama 12 tahun

Kasus Nasihan, Hakim Vonis Terdakwa 10 Tahun, 6 Bulan Penjara. Ini Pertimbangan Hakim
tribunbatam/wahib waffa
Suasana sidang vonis dengan terdakwa Nasihan di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, Rabu (5/9/2018) malam 

TRIBUNBATAM.Id, TANJUNGPINANG-Terdakwa kasus korupsi asuransi pegawai Pemko Batam pada asuransi PT BAJ, Nasihan dihukum penjara selama 10 tahun, 6 bulan.

Vonis majelis hakim ini lebih ringan dua tahun dibanding tuntutan jaksa Kejati Kepri selama 12 tahun. Keputusan itu diketuk palu majelis hakim saat sidang vonis di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, Rabu (5/9/2018).

Sidang yang dimulai pukul 16.00 WIB berlangsung hingga malam hari. Sidang yang berakhir pukul 20.40 WIB, ini lantaran tiga hakim membacakan lebih dari seribu lembar isu putusan secara bergantian.

Baca: Penyakit Asam Urat Dapat Disembuhkan Total? Begini Jawaban Ahlinya

Baca: Inilah Alasan Tim Nanggala, Intelijen Tempur Kopassus Sering Gunakan ‘Nama Wanita’ Sebagai Kode

Baca: Buat Kesehatan Ginjal, Inilah 5 Sayuran Wajib Konsumsi Rutin. Ada Bawang Putih dan Kubis

Hakim Corpioner, Ketua majelis hakim didampingi dua anggota, masing-masing, hakim Guntur Kurniawan dan Suherman menyatakan terdakwa Nasihan terbukti bersalah melakukan tindak pidananya korupsi uang yang semestinya diserahkan untuk pegawai pemko namun digunakan untuk kepentingan pribadi.

"Secara sah dan meyakinkan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi. Menghukum terdakwa dengan kurungan penjara selama 10 tahun, 6 bulan denda 600 juta dan subsider 6 bulan kurungan penjara," kata Corpioner Rabu (5/9/2018).

Suasana sidang vonis dengan terdakwa Nasihan di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, Rabu (5/9/2018) malam
Suasana sidang vonis dengan terdakwa Nasihan di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, Rabu (5/9/2018) malam (tribunbatam/wahib waffa)

Tak hanya itu, menurut putusan hakim, terdakwa juga dikenakan uang pengganti kerugian negara. Sebagaimana pasal 18 UU Tipikor, terdakwa diharuskan mengganti kerugian negara. Nasihan dimintan mengganti kerugian netgara senilai Rp 55 miliar.

"Terdakwa dikenakan uang pengganti senilai Rp 55 miliar sebagaimana kerugian negara yang ditimbulkan.

Jika terdakwa tidak mengganti kerugian negara maka harta benda disita. Jika harta benda terdakwa tidak cukup untuk mengganti maka diganti dengan kurungan penjara 5 tahun," ungkapnya.

Nasihan juga mendapat pengurangan hukuman atas uang pengganti dari kerugian negara yang ditimbulkan selama 1 tahun. Dimana dalam tuntutan terdakwa dituntut 6 tahun pengganti kerugian negara.

Terdakwa dikenakan pasal 3 Jo pasal 18 undang undang Tipikor. Nasihan usai sidang diminta tanggapannya bahwa ia yakin masih ada keadilan. Karena itu, dia akan mengajukan banding.

"Saya akan mencari keadilan sampai ketemu. Karena di sini saya tidak menemukan. Tapi saya yakin ada keadilan di tempat lain," kata Nasihan.

Pengacaranya, Sudiman Sidabuke mengatakan kliennya akan banding. "Pertimbangan hakim berkontrakdiksi antara yang satu dengan yang lain. Karena itu kita nyatakan banding.

Dimana yang kontradiksi? Pertanyaan yang belum terjawab adalah apakah ini uang negara atau bukan. Di satu sisi, Rp 55 miliar itu hasil kesepakatan untuk dikembalikan.

Faktanya belum dikembalikan. Uang itu digunakan untuk mengembalikan namun nyatanya sampai sekarang belum dieksekusi untuk dikembalikan," jelas Sudiman.

Ia menganggap legal standing kasus ini tidak ada. Kasus ini masih bersinggungan dengan perdata dan masih dipertanyakan uang Rp 55 miliar itu apakah milik PT BAJ ataupun milik pemko Batam. (*)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved