BATAM TERKINI

Miliki Ekonomis Menjanjikan, 104 Pengerajin Batik Ikut Sertifikasi

Sertifikasi ini sebagai bentuk keseriusan lembaga sertifikasi untuk menghidupkan batik ini

Miliki Ekonomis Menjanjikan, 104 Pengerajin Batik Ikut Sertifikasi
TRIBUNBATAM/LEO HALAWA
ujian sertifikasi batik yang digelar oleh LSP bekerja sama dengan Bekraf RI di Hotel Best Western Premier Panbil , Kamis (6/9/2018) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM-Sebanyak 104 peserta dari Batam dan daerah lain di Kepri mengikuti ujian sertifikasi batik yang digelar oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) bekerja sama dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI di Hotel Best Western Premier Panbil , Kamis (6/9/2018).

Menurut Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Subagyo, dari total 104 peserta dibagi dalam empat kelompok. Kelompok pertama Canting sebanyak 27 peserta, kelompok Cap 50, kelompok pola 20, dan unknown 7 peserta.

"Sertifikasi ini sebagai bentuk keseriusan lembaga sertifikasi untuk menghidupkan batik ini. Kami berharap, dengan adanya sertifikasi ini terjadi komeptisi dan menghasilkan hasil batik yang berkualitas dan mendunia,'' kata Subagyo.

Baca: Butuh 12 Ton Setiap Hari, Ini Estimasi Kebutuhan Air Bersih di Siantan Anambas

Baca: Wakil Gubernur Tinjau Lagi Disiplin Pegawai. Isdianto: Pak Gubernur Beri Wewenang ke Saya!

Baca: Wakil Bupati Karimun Libatkan Anggota KPK Demi Kepatuhan Pegawai. Ini Permintaan Anwar ke KPK

Subagyo menjelaskan, dalam menilai sertifikasi barik ada tiga aspek. Pertama Kemauan, kedua ketrampilan dan ketiga sikap. Lebih jelas ia katakan, selama 2018 ini sudah delapan kali dilakukan sertifikasi batik dibeberapa kota termasuk Kota Batam Kamis ini. Dari delapan kali itu, telah memberikan sertifikasi kepada 1 629.

Direktur Harmonisasi Regulasi dan Standardisasi Bekraf RI Sabartua Tampubolon mengatakan, tujuan diadakannya, pemerintah maupun swasta untuk mendongkrak elektabilitas perekonomian yang cenderung naik.

"Batik ini adalah salah satu ekonomi kreatif. Nilai ekonomi juga jelas. Kalau diperhatikan, sumber daya alam akan habis pada satu titik tertentu. Akan tetapi kreatif warga adalah tidak ada habisnya. Kendati, melalui sertifikasi batik diharapkan ada daya saing yang kompetitif,'' jelas Sabar.(leo)

Penulis: Leo Halawa
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved